Kadis Diskominfo Koltim I Nyoman Abdi. Foto : Dok. Mediakendari.com

Pemkab Koltim Terus Kucurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Reporter : Jaspin

Editor : Kang Upi

TIRAWUTA – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) masih terus mendistribusi bantuan kepada warga yang menjadi korban di beberapa Kecamatan di Koltim.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Koltim, I Nyoman Abdi menjelaskan, Pemkab Koltim masih mendistribusikan bantuan utamanya di dua Kecamatan yakni Kecamatan Uluiwoi dan Ueesi, yang terjauh dari Ibu Kota Kabupaten dan medannya parah.

Meski terkendala dengan medan dan akses jalan yang rusak, kata Abdi, Pemda tetap berusaha untuk mendistribusikan logistik ke Wilayah Kecamatan tersebut, agar warga yang menjadi korban banjir mendapatkan makanan dan minuman.

“Sejauh ini, Pemda bersama Polres Kolaka mulai Rabu 12 Juni 2019 kemarin hingga hari ini sudah berangkat membawa logistik dengan menggunakan mobil Hilux dobel kabin sebanyak 10 buah,” kata I Nyoman Abdi saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (13/6/2019).

Selain dua Wilayah tersebut, lanjutnya, Pemda juga mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah lain yang terdampak bajir seperti Kecamatan Ladongi dan Lambandia.

“Tim kami masih terus bergerak dilapangan untuk memastikan pendistribusian logistik sampai ditujuan,” ucapnya.

Ia juga menuturkan, berdasarkan laporan yang diterimanya hingga kini belum ada warga Koltim yang mengungsi akibat banjir. Untuk itu, Pemda tidak menyiapkan posko pengungsian.

Menurutnya, warga yang terdampak banjir seperti di Desa Anambada Kecamatan Ladongi, umumnya ditampung sanak keluarga, sedangkan lainnya meski memilih tinggal dirumah namun tidak terkendala karena warga tinggal di rumah panggung.

“Hanya sebahagian saja warga yang mengungsi, itupun dirumah keluarga mereka. Sementara warga lain memutuskan untuk tetap bertahan di rumah, karena rumah mereka kebanyakan rumah tinggi,” ungkapnya.

Mantan Sekdis PU ini juga menepis informasi adanya warga yang terdampak banjir di Kecamatan Ueesi dan Uluiwoi kelaparan karena tidak mendapatkan pasokan logistik. Menurutnya informasi itu tidak benar.

“Janganlah suka membuat informasi yang tidak benar. Kenapa bisa warga di dua Kecamatan itu bisa kelaparan, sementara Pemerintah masih terus menyalurkan bantuan,” kesalnya.

Ia berharap, dengan adanya musibah ini warga bisa saling membantu untuk meringankan mereka yang saat ini tengah menjadi korban banjir, karena Pemda juga butuh dukungan masyarakat Koltim.

“Mari kita membantu masyarakat dan keluarga kita. Jangan situasi seperti ini di perkeruh lagi dengan memberikan informasi kepada publik yang tidak benar,” harapnya. (B)