Suasana rapat Tim Gabungan Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, ST, MM., bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Ferdinand, SP, MH., dan Kepala Bidang Operasi tanggap darurat Kapten Inf. Salmar Gona, Selasa (25/6/2019) pada pukul 21:00 Wita. Foto : Jaspin/Mediakendari.com/A

Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Konawe, Kembali Diperpanjang

Reporter : Jaspin

UNAAHA – Tim Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), hari ini Selasa (25/6/2019) pukul 21:00 Wita menggelar rapat penentuan tentang status perpanjangan tanggap darurat bencana.

Dalam rapat penentuan status perpanjangan posko tanggap darurat, resmi diperpanjang selama satu minggu. Terhitung mulai Rabu (26/6/2019) hingga berakhir Selasa (2/7/2019).

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, dalam rapat itu menyebut bahwa ada tiga poin alasan diperpanjangnya status tanggap darurat itu.

Yang pertama, kata Gusli, adalah masih banyaknya pengungsi di beberapa wilayah dengan jumlah yang masih besar. Kedua masih adanya penambahan logistik di dua Kecamatan telisolir yaiti Kecamatan Routa dan Latoma. Kemudian adanya laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) tentang masih banyaknya warga yang membutuhkan evakuasi dan logistik.

“Saat ini masih terdapat 3.117 warga yang masih ada di pengungsian dari beberapa Kecamatan. Selain itu masih banyak warga yang masih membutuhkan logistik,” ucap Gusli, kepada sejumlah media yang diwawancarai usai melaksanakan rapat evaluasi dan perpanjangan status tanggap darurat, Selasa (25/6/2019).

Selain itu, lanjut Gusli, juga masih terdapat sejumlah warga di Kecamatan Kapuiala terserang penyakit gatal-gatal.

“Kurang lebih ada sekitar 80 orang warga Kapuiala terserang penyakit gatal-gatal. Saya sudah perintahkan Dinkes untuk mengambil sampel air tersebut untuk di cek kelaboratorium, untuk diketahui apa penyebab gatal yang dialami warga tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Kesehatan Konawe Sahrul, S.Km., MM, membenarkan bahwa ada sekitar kurang lebih 80 orang terserang penyakit gatal-gatal di Kecamatan Kapuiala.

“Hasil laporan dari pak Camat Kapuiala bahwa banyak warganya yang terkena penyakit gatal-gatal. Olehnya itu, besok kami akan turun ke lokasi untuk mengejek langsung apa penyebab dari penyakit yang warga alami. Kalau perlu kami akan mengambil sampel air tersebut dan membawa ke laboratorium,” jelas Sahrul.

Dalam rapat itu, turut hadir Iptu Harist mewakili Kapolres, Danramil Unaaha Kapten Inf Kislan, Tim pendamping dari BNPB Pusat, Kadis PU Ir. Muh Syahrullah Saranani, ST, MT, Staf BPBD Konawe, Staf Ahli Drs. Muhammad Akib Ras, M. Si, mewakili Kominfo Drs.Candra, mewakili Dinas Kesehatan Sahrul, S.Km, Mm, Kabag Humas Dr. H. Herianto Wahab, M. Kes. (A)

error: Content is protected !!