Kadistan Butur (Yusuf) mendampingi Bupati Butur ( Drs Abu Hasan) dan Pimpinan BI Sultra mengunjungi tempat pupuk organik jenis padat

Sukses Produksi Pupuk dari Kotoran Sapi, UPPO Dampala Jaya Butuh Tambahan Sapi

Reporter: Safrudin Darma

Editor : Kang Upi

BURANGA – Usaha warga Desa Dampala Jaya, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara yang mengubah kotoran sapi menjadi pupul organik, nampaknya perlu dicontoh warga lainnya.

Pasalnya, usaha pupuk ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tapi juga berdampak positif untuk lingkungan. Namun sayangnya, produksi pupuk ini terkendala minimnya kotoran sapi sebagai bahan dasar.

Ketua kelompok Ternak ‘Tak Gentar’, Rujiman yang juga Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) di Desa Dampala Jaya mengatakan, awalnya produksi pupuk organik ini mengandalkan enam ekor sapi yang ada.

Baca Juga :

Namun karena kotoran sapi yang menjadi bahan pembuatan pupuk ini minim, pihaknya membeli kotoran sapi atau kambing dari masyarakat, agar mendapatkan jumlah yang cukup untuk produksi pupuk.

“Supaya kita mudah dan cepat untuk pembuatan pupuk organik jenis padat. Saya berharap pemerintah kedepannya memberikan bantuan tambahan bagi kelompok kami agar bisa membuat pupuk lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Menanggapi permintaan bantuan sapi ini, Kepala Dinas Pertanian Butur Yusuf menjelaskan, bantuan 6 ekor sapi yang ada di UPPO ‘Tak Gentar’ itu merupakan bagian dari bantuan 100 ekor Sapi pada tahun 2017 lalu, yang dibiayai APBN.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi permohonan kita. Kemarin saya sudah menghadap Dirjen Peternakan dan direspon dengan baik, kemungkin tahun ini kita dapat lagi bantuan 200 ekor sapi lagi,” pungkasnya.

Program pupuk organik ini menjadi bagian dari kerjasama Pemda Butur dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra untuk mendukung pengemban pertanian organik, yang di usung Pemda.

Menjadi bagian dari kerjasama ini, yakni pembuatan Laboratorium Mini Pertanian Organik MA-11 di Desa Dampala Jaya, Kecamatan Kulisusu Barat, yang baru saja diresmikan, Selasa (26/3/2019) pagi tadi, oleh Pemda dan BI. (A)