Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejaksaan Negeri Konawe GDE Ancana, SH. Rabu 10/4/2019 Foto : Jaspin/Mediakendari/A

Tujuh Desa di Konawe Diadukan ke Kejari, Kasi Intelejen: Itu Memang Benar

Reporter : Jaspin

Editor : Taya

KONAWE – Tujuh desa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) telah diadukan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe oleh masyarakat ataupun lembaga, terkait adanya dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD).

Hal ini dibenarkan Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejaksaan Negeri Konawe, GDE Ancana, SH. Kata dia, saat ini telah masuk aduan masyarakat di Kejaksaan. Tetapi aduan tersebut telah diberikan kepada Ispektorat Konawe untuk melakukan pemeriksaan secara khusus.

“Memang betul ada tujuh desa yang sudah diadukan ke kami. Tetapi untuk menindaklanjuti hal tersebut kami sudah berikan ke Ispektorat untuk penanganan lebih lanjut,” ucap GDE Ancana, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (10/4/2019).

Untuk menindaklanjuti hal tersesbut, lanjut Ancana, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Ispektorat untuk melakukan pemeriksaan di lapangan yang didampingi langsung Kejaksaan.

“Dari hasil laporan masyarakat dan lembaga katanya ada pekerjaan yang fiktif, ada pembangunan yang tidak sesuai dengan RAB dan tidak sesuai volumenya. Tetapi ini masih dalam tanda kutip,” jelasnya.

Dalam menindaklanjuti laporan tersebut, kata Ancana, sesuai dengan memorandum of understanding (MoU) dengan Kementrian Desa dan Jaksa Agung terkait adanya laporan tersebut, pihaknya akan lebih mengutamakan pemberdayaan.

“Itu salah satu tupoksi kami dibidang Intilejen Kejaksaan Konawe. Jadi pemberdayaan ini dimaksudkan adalah tidak harus proses hukum dulu, melainkan pemberdayaan melalui pembinaan melalui Inspektorat,” tuturnya.

Selain itu, Kejaksaan juga akan membuat sistem atau metode yang disebut dengan Desa Binaan. Kata dia, Master plan desa binaan rencananya akan bekerja sama antar Kejaksaan, DPMD, Ispektoart, BPKAD, dan Satgas DD.

Baca Juga :

“Ke empat lining sektor itu kita akan lakukan kerja sama untuk menunjuk salah satu desa untuk menjadi desa binaan. Dan kita akan bantu apa kira-kira yang bisa dikembangkan sesuai potensi SDA dan SDM di desa tersebut. Kalau itu berhasil maka saya pikir desa lain bakal bercontoh kepada desa tersebut,” tambahnya. (A)