oleh

Tak Tepati Janji Dirikan Smelter, PT Antam di Molawe di Demo Warga Konut

-FEATURED-88 dibaca

Konut – MediaKendari.com,  PT Aneka Tambang (Antam) yang beroperasi di Kelurahan Molawe, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis kemarin (6/7/2017) di demo gabungan masyarakat yang mengatas namakan lingkar mahasiswa.

Kedatangan ratusan massa gabungan di mess PT Antam tersebut guna menuntut manajemen PT Antam untuk segera merealisasikan janji pembuatan smelter kepada masyarakat Konut.

Koordinator Lapangan Lingkar Mahasiswa Tambang, Iwan mengatakan saat ini masyarakat Konut tidak butuh janji manis dari PT Antam tapi bukti.

“Kami tidak butuh PT ANTAM yang hanya datang di Konawe Utara membawa janji-janji manis kepada masyarakat,” teriaknya dalam orasinya.

Melihat adanya aksi tersebut, masyarakat yang melintas langsung ikut bergabung pada kelompok massa. Dengan bergabungnya massa tersebut membuat aksi demo menjadi rame.

PT Antam sendiri sudah pernah menggelar peletakan batu pertama sebagai pertanda keseriusannya membangun pabrik ore nikel di Konut. Namun, disayangkan janji itu hanyalah janji.

“Kami tidak menghambat PT Antam, akan tetapi janji yang harus dibuktikan. Hal itu, sebagai keseriusan membangun pabrik yang sudah  pernah melakukan peletakan batu pertama,” terang Iwan

Dikatakannya, lokasi PT Antam sudah sampai sembilan (9) tahun ini, hanya menjadi lahan tidur di Konawe Utara.

Iwan juga menyebutkan bahwa PT Antam mempunyai niat buruk untuk menggagalkan pembangunan Smelter yang saat ini sudah dicanangkan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan, Bupati Konawe Utara, H.Ruksamin.

“Kami juga mendengar kalau PT Antam akan merekrut massa sebanyak 20 orang tiap desa untuk mendukung PT Antam  guna melakukan aksi pembatalan pabrik nikel dari perusahaan lainnya di Konawe Utara, yang telah dicanangkan Bupati Ruksamin, ” bebernya

Demonstran yang menggelar unjuk rasa di Mess PT Antam Tbk itu, diterima langsung oleh manager dari PT Antam, Palimuddin Abdullah.

Kepada massa aksi, Palimuddin justru balik menuding bahwa pemerintah Konut yang tidak mendukung keberadaan aktivitas PT Antam di Konut.

” Justru Pemda Konutlah yang tidak memberikan dukungan kepada PT Antam, karena apa kami bergerak sedikit akan berlawanan dengan hukum,” kata  Palimudin Abdullah.

Mendapat jawaban dari manager PT Antam. Massa lingkar mahasiswa juga mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar lagi, sebagai aksi susulan yang akan digelar pekan depan.

“Aksi ini, masih sifatnya aksi pra kondisi dan kami akan kembali menggelar aksi dengan masa jumlahnya yang lebih lagi,” ancam Iwan.

Aksi massa ini juga di kawal dari  Sektor Lasolo yang dipimpin langsung oleh Kapolsek, Ipda Ramlang, SH.
Laporan : Suhardiman

Editor      : Redaksi

Terkini