oleh

Tak Terawat, Pelabuhan Ferry Wamengkoli Tidak Beroperasi Hampir Setahun

BAUBAU – Setelah tidak beroperasi sejak Desember 2016 lalu, Pelabuhan Ferry Wamengkoli Desa Waara resmi beroperasi kembali.

11 bulan lamanya tidak operasi, akibatnya daerah ditaksir mengalami kerugian hingga 330 Juta Rupiah dengan rataan pemasukan 30 Juta Rupiah perbulan.

Kepala Dinas Perhubunga Sultra, Hado Hasina menuturkan, tidak beroperasinya Pelabuhan Ferry Wamengkoli disebabkan kerusakan yang dialaminya cukup parah akibat selama 20 Tahun dibangun tidak pernah dipelihara.

“Jika saja dari pertama dibangun sudah dipelihara setiap tahun, kerusakannya pasti tidak separah ini, padahal memeliharanya adalah suatu kewajiban,” ungkapnya, (5/11).

Selain itu, lanjutnya, pelabuhan-pelabuhan lain pun sedang mengalami kerusakan sehingga memerlukan anggaran perbaikan yang tidak sedikit jumlahnya.

“Mengganti saja tempat naik turun yang dilewati kendaraa (Mobile Rich, red) membutuhkan biaya sebanyak 9 Miliar Rupiah,” ujarnya.

Namun, kata Hado, saat ini pihak Dishub Sultra hanya mempunyai anggaran sebanyak 2 Miliar Rupiah.

“Kami perbaiki dulu sebagian,” imbuhnya.

Kendati demikian, untuk saat ini pelabuhan Ferry Wamengkoli telah dapat dioperasikan kembali. Namun terangnya, jika ternyata pasang surut air laut tinggi menyebabkan kapal susah untuk bersandar maka akan dipertebal atau akan ditambahkan pelapis berupa karet.

Tempat yang sama, Kepala ASDP Kota Baubau, Umar Imran Batubara, mengakui jika Desember 2016 lalu pelabuhan Ferry Wamengkoli memang mengalami kerusakan.

“Tetapi aktifitas bongkar muat barang tetap berjalan karena untuk sementara dipindahkan ke jalur pelabuhan Ferry Tolandona,” jelasnya.

Umar juga menutur pada Juni 2017 lalu, pelabuhan Ferry Wamengkoli sempat beroperasi dengan melakukan perbaikan plensengan sementara.

“Saat ini akan di uji coba, apa yang telah diperbaiki oleh Dishub yaitu sandar di plensengan yang baru diperbaiki tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Ardilan
Editor: Kardin

Terkini