oleh

Tambang Galian C Dihentikan, Masyarakat Wakatobi Resah

-NEWS-225 dibaca

 

Reporter: Sumardin

WAKATOBI – Imbas dihentikannya aktivitas penambangan galian C yang diketahui ilegal di Wakatobi, berdampak mandeknya sejumlah pembangunan pemerintah dan masyarakat. Sebabnya, material yang digunakan berasal dari tambang ilegal tersebut.

Salah seorang warga, AT (26) kepada MediaKendari.Com mengatakan, dengan dihentikannya aktivitas pertambangan galian C membuat pembangunan pondasi rumahnya terhambat.

“Sudah lama kami butuh timbunan untuk pondasi rumah tapi katanya dilarang,” katanya pada Rabu, 28 April 2021.

Ia berharap pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan tambang galian C, sehingga bisa melanjutkan pembangunan rumahnya.

Menurutnya, jika harus membeli material dari luar daerah harganya pasti mahal.

“Di sini saja 1 ret itu 250 ribu rupiah, apalagi kita pesan dari daerah lain, pasti mahal,” keluhnya.

Selain mereka yang membutuhkan material, para sopir truk pengangkut material juga terkena dampaknya. US (31), salah satu supir mobil yang biasa mengangkut material golongan C mengungkapkan, dengan dihentikannya aktivitas tambang ini, ia tak punya lagi mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Tidak ada lagi mata pencaharian, sementara keahlian kami hanya sebagai sopir,” ungkapnya kepada MediaKendari.Com.

Ia pun berharap kepada pemerintah daerah agar segera menyelesaikan polemik tambang galian C.

“Agar kami para sopir dapat lagi bekerja dan memberi nafkah kepada keluarga kami. Apalagi saat ini sudah mendekati hari raya Idul Fitri,” harapnya.

Untuk diketahui sebelumnya pada Selasa, 27 April 2021, DPRD bersama Pemkab Wakatobi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) setelah dihentikanya aktivitas tambang ilegal galian C. Namun, dalam RDP tersebut tak ada solusi. (B)

Terkini