Reporter : Ardilan
Editor : Taya
BAUBAU – Mahalnya tiket transportasi udara dianggap menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya arus penumpang di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Hal ini ditandai dengan pesatnya peningkatan arus mudik dan arus balik di Pelabuhan Murhum selama angkutan lebaran tahun 2019.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Kota Baubau, Pradidgo mengatakan, pihaknya memprediksi peningkatan arus penumpang di Pelabuhan Murhum selama angkutan lebaran bakal meningkat 10 persen saja. Namun yang terjadi justru mengalami peningkatan sebesar lima kali lipat atau sebesar 51,72 persen dibanding tahun 2018 lalu.
Baca Juga :
- Jelang HUT ke-75 Humas Polri, Kabag SDM Polres Konsel AKP Sriyanto Pimpin Bakti Sosial di Gereja Siloam : Indahnya Toleransi Polri Bersama Masyarakat
- Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa
- Gerebek Tengah Malam Buta! Polres Konawe & BNNK Sikat Sarang Narkoba di Uepai, 57 Paket Sabu 31 Gram Diamankan, Bandar Kabur.
- Gatur Lalin Kapolres Konawe, Pastikan Keselamatan Anak Sekolah dan Masyarakat
- Gubernur LIRA Sultra Salut Kapolda Himawan Mau Turun ke Jalan! Harap Kapolres Ikuti Jejaknya
- Jenderal Bintang Satu Masuk Sekolah, Wakapolda Sultra Pimpin Apel di SMAN 1 Kendari, Wanti-wanti Siswa : Jangan Coba-coba Narkoba dan Stop Bullying!
Dia mengaku penyebab peningkatan drastis angkutan transportasi laut disebabkan beberapa faktor diantaranya harga tiket mahal dan meningkatnya populasi manusia saat ini.
“Mungkin populasi orang sudah lebih banyak. Sehingga, mobilitas orang di pelabuhan mengalami peningkatan. Salah satunya juga harga tiket pesawat,” ucap Pradigdo dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Diketahui, data jumlah penumpang pada tahun 2018 lalu tercatat berjumlah 107.330 orang. Sementara data angkutan posko lebaran tahun 2019 tercatat total 160.000 ribu penumpang dengan rincian penumpang naik sebanyak 82.834 orang dan penumpang turun sebanyak 77.166 orang.(a)
