Reporter : Mumun
Editor: La Ode Adnan Irham
WANGGUDU – Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Martaya, meminta korban banjir bersabar menunggu pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi para korban banjir bandang beberapa waktu yang lalu.
Permintaan itu disampaikan saat dirinya bersama perwakilan BNPB RI dan Kepala BPBD Konut meninjau pembangunan huntara di Desa Puusuli Kecamatan Andowia, Rabu (2/10/2019).
“Prosesnya ini cukup memakan waktu yang lama. Karena kita harus memahami dan memaklumi bahwa pembangunannya ini memakai anggaran pemerintah, tentu pengurusan administrasi sampai kepada belanja bahan, memakan waktu yang tidak sedikit, serta mobilisasinya pun cukup lumayan lama karena bahan yang didatangkan dari pusat,” katanya.
Baca Juga:
- KSPM FEB UHO Gelar Webinar Nasional, Membongkar Mitos ‘Cepat Kaya’ dan Keamanan Berinvestasi di Pasar Modal Indonesia
- GERAK Sultra Bongkar Rp 9 T, Gubernur LIRA Lanjut Desak KPK Usut Dugaan Pencucian Uang Gubernur ASR
- Bobrok PT TMS Terus Terbongkar! Jual 14,4 Juta Ton Nikel di Kawasan Hutan, GERAK Sultra, Temuan BPK RI : Kerugian Negara Rp 9 T, Denda Rp 2,09 T Nunggak Rp 1,5 T
- Meriahkan Maulid dan HUT Kota Baubau ke-25, KKW-H Gelar Lomba Sholawat 24 Majelis Taklim
- Polri Tinggalkan Tagline “Presisi” dan Kini Usung “Polisi Bersama Masyarakat”
- 3,5 KG SABU GAGAL EDAR! Polda Sultra Tangkap Dua Pengedar di Kendari.
Mantan Kadis Kesehatan Konut ini menuturkan, saat ini, huntara yang sudah terbangun mulai dari lantai, dinding, atap dan sekat ruangan sudah ada 2 couple, dimana setiap couple terdiri dari lima kamar huni.
“Huntara ini dilengkapi dengan ruang tidur, dapur, dan kamar mandi lengkap dengan sistem pembuangan limbahnya,” ujarnya.
Menurut Martaya, untuk Desa Puuwonua, pembangunan huntara sementara dalam proses persiapan. Terlihat saat ini, sedang dilakukan pemerataan lokasi pembangunan sambil menunggu bahan material yang lainnya.
“Sekarang sudah diratakan dan sebagian bahannya sudah tiba. Kalau sudah lengkap bahannya kita mulai kerjakan pembangunannya,” tutup. (B)
