Tiongkok jadi Negara Penerima Ekspor Nikel Terbesar dari Indonesia

Reporter : Taswin Tahang

KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut Negara Tiongkok menjadi penerima ekspor nikel terbesar dari Indonesia.

Kepala BPS Provinsi Sultra, Mohammad Edy Mahmud, Rabu 1 April 2020 menjelaskan, pangsa pasar untuk komoditi nikel itu ke Tiongkok 58,50 US dolar atau (87,93%), disusul urutan kedua yakni India 7,97 US dolar (7,92%), Korea Selatan 2,78 US Dolar (2,76%), Jepang 0,54 US dolar (0,54%) dan Amerika Serikat 0,39 US dolar (0,38).

“Ekspor nikel dibandingkan tahun lalu terjadi kenaikan dari Februari 2019 sebesar 165,14 US dolar dan terjadi kenaikan Februari 2020 sebesar 240.26 US dolar,” jelasnya Rabu 1 April 2020.

Walaupun terjadi angka kenaikan ekspor ke Tiongkok, nilai ekspor Indonesia pada Februari 2020, BPS Sultra mencatat penurunan yang cukup drastis sebesar -40,27%

“Namun jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu sebesar 87.64 US dolar dan Februari 2020 sebesar 100,65 US dolar masih terjadi kenaikan sebesar 14,85%,” ungkapnya.

Selain nikel ada juga beberapa produk Indonesia yang di ekspor ke beberapa negara yang turut serta menopang perkembangan perkonomian di Sultra

“Yang di ekspor itu besi dan baja sebesar 97,85 US dolar, kacang mete berkulit 1,47, ikan dan udang 1,5 US dolar, kayu barang dari kayu 0,18 US dolar dan Kopi, teh dan rempah-rempah nilainya kecil cuman 0,06 US dolar,” jelas Edy

Penurunan angka ekspor tersebut didasari oleh kebijakan pemerintah tentang perdagangan

“Ada pengaruh dari regulasi pemerintah tentang larangan perdagangan luar negeri, ekspor terutama untuk biji besi,” pungkasnya.

Iklan Pangdam Ucapan Selamat kepad Kapolda