oleh

Tolak Mahalnya SPP, Aksi Demonstrasi di UMB Berujung Laporan Polisi

-BAUBAU, FEATURED, PENDIDIKAN-169 dibaca

BAUBAU – Ikatan Gerakan Solidaritas Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melakukan aksi demonstrasi di kampus Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Kamis (28/12). Namun, amat disesalkan, aksi demonstrasi tersebut berujung Laporan Polisi oleh pihak kampus UMB diduga dikarenakan adanya beberapa perusakan.

Menurut amatan Mediakendari.com, sejumlah anggota Kepolisian turun melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memeriksa titik-titik yang mengalami kerusakan.

Atas kejadian tersebut, pihak kampus UMB melaporkan ke Polres Baubau dengan dugaan pengrusakan kaca Majalah Dinding (Mading) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan sebuah jendela di ruangan Dekan Program Studi (Prodi) Fakultas Agama Islam.

Wakil Dekan III FKIP UMB, Tarno, membenarkan adanya laporan polisi tersebut. Pihaknya telah melaporkan mahasiswa pendemo tersebut karena merasa tidak nyaman dengan tindakan mereka.

“Betul kita sudah laporkan di Polres tentang pengrusakannya, tapi sore ini belum ditandatangani Laporan Polisinya. Pihak kampus dirugikan dan mahasiswa pun merasa terganggu dengan adanya demo ini,” ucap Tarno saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Kata dia, demonstrasi dipicu tuntutan mahasiwa yang menginginkan peningkatan akreditasi jurusan PGSD.

“Kami masih memperjuangkan peningkatan akreditasi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Tetapi kan untuk mencapai itu, tidak serta merta langsung terealisasi. Saat ini kami tengah melengkapi segala administrasi untuk dikirim ke badan akreditasi,” bebernya.

Dirinya berharap agar mahasiswa jangan dulu melakukan aksi-aksi demonstrasi yang dapat memberikan gangguan. Sebab, peningkatan akreditasi pasti akan diperjuangkan oleh pihak fakultas.

“Tetapi jangan dulu diganggu dengan aksi demo ini,” tukasnya.

Sementara itu, Jendral Lapangan demonstrasi, Zulkifli menuturkan, mahasiswa menginginkan agar biaya SPP mahasiswa PGSD diturunkan dari Rp 2,2 juta rupiah per semester menjadi Rp 1,5 juta.

“Kami meminta uang SPP dikurangi dengan alasan tidak sebanding dengan akreditasi jurusan PGSD,” tegasnya saat ditemui di depan kampus UMB.

Zulkifli menambahkan aksi mereka disertai dengan fakta, ada beberapa jurusan lain di UMB yang telah akreditasi B, tetapi harga SPPnya justru lebih murah yakni satu juta rupiah rupiah hingga Ro 1,5 juta per semester.

“Kami juga ingin tahu kejelasan status akreditasi Prodi PGSD FKIP UMB dan ingin agar akreditasi PGSD segera naik dari C ke B,” ungkapnya.

Ditanya soal pengrusakan kaca Mading dan jendela ruang Dekan prodi PGSD, Zuljifli enggan berkomentar.

“Silakan lihat langsung di dalam kampus seperti apa kondisinya,” ujarnya sembari mengarahkan ke gedung perkuliahan.

Reporter: Ardilan
Editor: Kardin

Terkini