oleh

Tunaikan Janji Politik, Bupati Konsel Resmikan Pasar Basala

ANDOOLO – Bupati Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) H.Surunuddin Dangga, didampingi Wakil Bupati (Wabup) H.Arsalim Arifin meresmikan Pasar rakyat di Desa Basala Kecamatan Basala, Kamis (11/10/2018).

Peresmian pasar ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Bupati, dan pemotongan pita yang dilakukan Ketua TP-PKK Konsel, Hj. Nurlin Surunuddin yang juga disaksikan Spara pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemda Konsel.

Dalam sambutannya, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga menyampaikan, pembangunan pasar rakyat ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah (pemda) dalam membangun Kecamatan Basala, sekaligus dalam rangka melunasi utang janji politik saat kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) saat itu, yang akan membangun dan merevitalisasi pasar yang lebih representatif, bersih teratur dan tidak kumuh sehingga menjadi daya tarik terhadap stakeholder yang berkepentingan untuk meramaikan dan memamfaatkan pasar rakyat tersebut, serta mengaspal jalan di Basala ini yang sebelumnya hanya jalan kerikil.

“Hari ini kami telah tunaikan janji politik kami, jadi jangan lagi ada masyarakat Basala yang mengatakan bahwa kami tidak bekerja dan memperhatikan aspirasi warga setempat, yang mana kedepan akan terus kami persembahkan karya terbaik bagi warga Basala dan lainnya demi terwujudnya Desa Maju dan masyarakat Konsel sejahtera,” tandasnya.

Ditambahkannya, selain pasar Basala pihaknya juga tengah membangun pasar rakyat di Desa Ambaipua Kecamatan Ranomeeto, sehingga dengan kehadiran pasar rakyat ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, serta dengan meningkatnya pendapatan masyarakat di daerah itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sitti Chadijjah mengatakan, pembangunan pasar di Basala merupakan wujud perhatian Pemda, dalam hal ini melalui instruksi Bupati Konsel sesuai visi misinya, yang perlunya pengembangan dan revitalisasi pasar rakyat sebagai pusat ekonomi, pusat komunikasi sosial masyarakat, sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan sebagai alat untuk mengukur tingkat inflasi, serta sebagai sarana untuk pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Pasar ini dibangun di atas lahan berukuran 1 Ha dengan luas bangunan 1350 m2 yang bersumber dari dana Tugas Pembantuan (TP) Kemenperindag RI TA 2017, yang terdiri dari 142 Lodz basah dan kering, ruang ibu menyusui, ruang ganti pakaian, mushola, bak sampah dan toilet umum serta gudang penyimpanan,” jelas Chaddijah

Sehingga dengan adanya pasar ini, katanya, diharapkan dapat memberikan layanan yang berkualitas bagi masyarakat penggunanya, dan bisa menunjang pembangunan desa di bidang perdagangan melalui pemasaran hasil perkebunan, peternakan, perikanan dan industri-industri rumahan demi penguatan ekonomi masyarakat.(b)


Reporter:Erlin


Terkini