KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di kawasan Pasar Panjang, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin, 4 Agustus 2025.
Kali ini, Satgas Penanganan Aksi Premanisme dan Pungli 2025 Polda Sultra melakukan aksi cepat melalui tim Satgas Binmas Preemtif guna melakukan monitoring terhadap aktivitas juru parkir yang diduga menggunakan alibi “uang keamanan” untuk menarik tarif tertentu kepada pengunjung pasar.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program nasional pemberantasan premanisme dan pungli yang terus digencarkan oleh Kepolisian Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, petugas Satgas menemukan indikasi bahwa sejumlah juru parkir memungut biaya parkir dengan alasan “uang keamanan.” Dugaan ini memicu kekhawatiran akan potensi pungli yang berkedok jasa parkir.
Namun, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa para juru parkir di lokasi tersebut telah menjalin kerja sama resmi dengan pihak pengelola pasar dan mengantongi izin dari pemerintah daerah untuk mengoordinir perparkiran.
Meski demikian, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Petugas memberikan imbauan tegas kepada seluruh juru parkir agar menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku.
“Petugas tetap memberikan imbauan tegas agar para juru parkir mengenakan rompi resmi dan tidak melakukan pungutan liar maupun pemaksaan biaya kepada para pengunjung,” tegas tim Satgas Binmas Preemtif.
Selain itu, aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung pasar turut menjadi sorotan. Petugas mengingatkan agar juru parkir tidak membawa senjata tajam serta senantiasa menjaga sikap profesional dalam melayani masyarakat.
“Terhadap juru parkir yang dimonitor, telah dilakukan pendataan dan pembinaan langsung di lokasi,” lanjut keterangan resmi Satgas.
Aksi monitoring ini menegaskan komitmen Polda Sultra dalam menciptakan ruang publik yang tertib, aman, dan bebas dari pungli terselubung. Kehadiran Satgas di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa segala bentuk premanisme, sekecil apa pun, tak akan ditoleransi.











