oleh

Uangnya “Pindah” Rekening Secara Misterius,  Nasabah Bank Sultra Asal Konut Kehilangan Puluhan Juta

-NEWS-755 dibaca

 

Reporter: Supriyadin Tungga

KONAWE UTARA – Kasus hilangnya uang nasabah yang tersimpan di rekeningnya kembali terjadi. Kali ini menimpa Em, warga di Kecamatan Lasoso, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Em menceritakan, dirinya pertama kali mengetahui uang di rekening Bank Sultra miliknya hilang pada Selasa 16 Maret 2021, saat hendak bertransaksi di Kantor Cabang Bank Sultra Konut di Wanggudu.

Saat rekeningnya itu dicek, kata Em, diketahui uangnya telah berkurang Rp 20 Juta. Saat itu, dirinya pun langsung melapor dan meminta keterangan dari pegawai Kantor Cabang Bank Sultra tersebut.

Menurutnya, berdasarkan keterangan pegawai bank, terdapat transaksi transfer dana dari rekeningnya ke bank lain sebanyak dua kali. Transfer pertama 25 Februari 2021 ke nomer rekening BRI.

“Kemudian transfer kedua terjadi lagi pada 6 Maret 2021 juga dengan nomor rekening BRI yang berbeda. Tapi anehnya saya tidak pernah mengirim uang ke dua rekening ini,” ungkap Em.

ASN di Pemda Konut ini juga menuturkan, atas masalah ini dirinya telah menanyai seluruh anggota keluarganya untuk mengkonfirmasi apakah ada yang pernah melakukan transaksi dengan rekeningnya.

“Saya sudah kumpul keluarga saya tanya, mulai suami dan anak-anak semuanya bilang tidak ada yang transaksi. Makanya saya laporkan ke pihak bank kenapa bisa uang direkening saya tertransfer,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi atas masalah ini, Kepala Bank Sultra Cabang Konut Jufri menjelaskan, saat ini pihaknya sedang dilakukan penelusuran. Dan tidak hanya itu, penelusuran juga dibantu kantor pusat.

“Ini kami sekarang menelusuri juga melalui customer kami di sana yang mengelolah kita punya vendor jaringan. Kita tadi ini sudah komunikasi juga, nanti di cek dimana sih transaksinya ini,” kata Jufri.

Ia juga mengungkapkan, kasus hilangnya uang nasabah yang dialami Em sebelumnya belum pernah terjadi di Kantor Cabang Bank Sultra Konut, selama dibawah kepemimpinanya.

“Kita tetap komunikasikan dengan vendor. Kalau di ATM bisa saja terjadi (pembobolan-red). Kami melaporkan kondisi yang ada. Endingnya itu nanti manajemen. Saya ini masih ada yang diatas,” tutupnya. /B

Terkini