KENDARIMETRO KOTAPOLDA SULTRA

Upacara Hari Ibu ke-97 di Polda Sultra, Kapolda Soroti Kiprah Perempuan sebagai Agen Perubahan Bangsa

388
Upacara Hari Ibu ke-97 di Polda Sultra, Kapolda Soroti Kiprah Perempuan sebagai Agen Perubahan Bangsa KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menggelar upacara peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Lapangan Presisi Polda Sultra, Senin (22/12/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Polda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., dan diikuti Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum, para pejabat utama (PJU), serta seluruh personel Polda Sultra. Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sultra membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Fauzi. Dalam amanatnya, disampaikan bahwa peringatan Hari Ibu ke-97 merupakan momentum bersejarah yang lahir dari perjuangan panjang perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak, kesetaraan, serta kebebasan untuk berkontribusi bersama laki-laki dalam membangun bangsa. Hari Ibu ditegaskan bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bentuk penghargaan negara atas peran dan pengabdian perempuan dalam merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Indonesia. Kapolda Sultra menyoroti bahwa perempuan Indonesia memiliki peran strategis sebagai agen perubahan bangsa. Perempuan hadir dan berkontribusi di berbagai sektor kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun negara, termasuk dalam institusi Polri. Kiprah perempuan dinilai mampu membawa perspektif baru, inovasi, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses pembangunan. Amanat Menteri PPPA juga mengulas sejarah lahirnya Hari Ibu yang berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928 di Yogyakarta. Kongres tersebut menjadi tonggak penting gerakan perempuan nasional hingga akhirnya Hari Ibu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 dan diperingati setiap tanggal 22 Desember. Lebih lanjut disampaikan bahwa meskipun perempuan telah menunjukkan peran dan kontribusi nyata, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti beban ganda, stigma sosial, keterbatasan akses, serta kekerasan berbasis gender. Namun, dengan ketangguhan dan kreativitasnya, perempuan terus membuktikan diri sebagai penggerak perubahan yang tak terpisahkan dari kemajuan bangsa. Menutup amanatnya, Menteri PPPA mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peringatan Hari Ibu sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mengambil langkah nyata dalam mewujudkan kesetaraan gender. Kesetaraan tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya juga disampaikan kepada seluruh perempuan Indonesia atas dedikasi, karya, dan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa. Laporan: Ahmad Mubarak

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menggelar upacara peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Lapangan Presisi Polda Sultra, Senin (22/12/2025).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Polda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., dan diikuti Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum, para pejabat utama (PJU), serta seluruh personel Polda Sultra.

Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sultra membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Fauzi.

Dalam amanatnya, disampaikan bahwa peringatan Hari Ibu ke-97 merupakan momentum bersejarah yang lahir dari perjuangan panjang perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak, kesetaraan, serta kebebasan untuk berkontribusi bersama laki-laki dalam membangun bangsa.

Hari Ibu ditegaskan bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bentuk penghargaan negara atas peran dan pengabdian perempuan dalam merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Indonesia.

Kapolda Sultra menyoroti bahwa perempuan Indonesia memiliki peran strategis sebagai agen perubahan bangsa. Perempuan hadir dan berkontribusi di berbagai sektor kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun negara, termasuk dalam institusi Polri.

Kiprah perempuan dinilai mampu membawa perspektif baru, inovasi, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses pembangunan. Amanat Menteri PPPA juga mengulas sejarah lahirnya Hari Ibu yang berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928 di Yogyakarta.

Kongres tersebut menjadi tonggak penting gerakan perempuan nasional hingga akhirnya Hari Ibu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 dan diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Lebih lanjut disampaikan bahwa meskipun perempuan telah menunjukkan peran dan kontribusi nyata, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti beban ganda, stigma sosial, keterbatasan akses, serta kekerasan berbasis gender.

Namun, dengan ketangguhan dan kreativitasnya, perempuan terus membuktikan diri sebagai penggerak perubahan yang tak terpisahkan dari kemajuan bangsa.

Menutup amanatnya, Menteri PPPA mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peringatan Hari Ibu sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mengambil langkah nyata dalam mewujudkan kesetaraan gender.

Kesetaraan tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya juga disampaikan kepada seluruh perempuan Indonesia atas dedikasi, karya, dan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.

Laporan: Ahmad Mubarak

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version