oleh

Upacara Terakhir Pasangan Berkesan di Hut RI ke 72, Kery Promosikan Gusli Sebagai Pendampingnya

-FEATURED-92 dibaca

UNAAHA, MEDIAKENDARI.COM– Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke 72 Tahun, 17 Agustus 1945- 17 Agustus 2017 yang dirayakan setiap tanggal 17 Agustus serentak di Seluruh Indonesia, khususnya di kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, merupakan upacara terakhir duet  Kery Saiful Konggoasa dan Parinringi berdiri berdampingan.

Hal itu juga diakui Bupati  Kery, usai upacara peringatan HUT RI yang ke 72 tahun di Konawe, Kery lantas kembali mempromosikan, Ketua DPRD, Gusli Topan Sabara sebagai calon pengganti Parinringi, untuk maju bertarung di pilkada Konawe sebagai petahana periode 2018/2023 mendatang.
“Saya berdiri disini bersama Parinringi sudah masuk usia empat tahun dua bulan. Untuk melanjutkan nanti maka saya berpasangan dengan Gusli di pilkada Konawe,” ujar Kery yang disambut gemuruh aplous dari tamu undangan yang berada di panggung upacara, Kamis(17/8).
Selain mempromosikan GTS, Kery juga mengingatkan para kepala Dinas, Kepala Kantor dan Badan untuk tidak bermain politik. Pasalnya, Kadis dan Kepala Kantor serta Badan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang bermain politik.
“Kepala Dinas dilarang bermain politik, sebab bila ketahuan maka itu pelanggaran atau masuk kategori berpolitik praktis,” himbau Kery.
Tak hanya itu saja imbauan yang dilontarkan ketua harian DPW PAN Sultra, Kery juga meminta Anggota DPRD Konawe untuk bisa berjalan bersama pada tahun 2018 dan nanti pada 2019 baru berjalan sendiri. Hal itu guna mengingat kelangsungan pembangunan di Kabupaten Konawe yang sama- sama kita cintai ini.
“Sebelumnya saya minta kepada anggota DPRD supaya tetap kita berjalan bersama- sama pada tahun 2018 mendatang. Kalau mau jalan sendiri- sendiri nanti pada tahun 2019,” kata Kery.
Dihadapan tamu undangan, bahkan masyarakat yang hadir menyaksikan upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman kantor Bupati,  Kery mengumumkan agar masyarakat tetap mendukungnya maju diperiode keduanya, jika pun ada masyarakat yang tidak menginginkannya lagi menjadi bupati untuk dua periode maka tidak menjadi persoalan. “Tanpa didukung pun, kan juga tetap ji saya jadi bupati,” tutupnya.
Liputan : Jafrun

Terkini