oleh

UPP Baubau Imbau Pengguna Jasa Kapal Ferry Tidak Panik Bila Cuaca Buruk Dalam Perjalanan

-NEWS-125 dibaca

Penulis : Ardilan

BAUBAU – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Murhum Kelas 1 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau agar pengguna jasa kapal Ferry tidak panik bila dalam perjalanan terjadi cuaca buruk seperti yang terjadi pada Minggu 14 Februari 2021 kemarin.

Imbauan ini disampaikan langsung Kepala Seksi Kesyahbandaran UPP Baubau, Muh. Irfan Jayadinata saat menggelar inspeksi mendadak alat keselamatan armada KMP Tenggiri milik ASDP di dermaga Ferry Baubau bersama Polsek KP3 dan Pos SAR, Senin 15 Februari 2021.

Irfan menuturkan pihaknya melakukan inspeksi karena cuaca buruk terjadi saat armada KMP Tenggiri melakukan penyebrangan dari Waara Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menuju dermaga Ferry Kota Baubau Minggu kemarin.

Namun setelah dilakukan inspeksi mendadak tersebut, Irfan mengaku kesiapan untuk life jacket dan life craft KMP Tenggiri mencukupi untuk pelayaran.

“Jangan mengambil tindakan sendiri. Apabila ada instruksi menggunakan life jacket baru bisa digunakan. Kita selalu koordinasi dengan instansi terkait baik itu SAR, Pol Air dan Polsek KP3 bila kapal menemui cuaca buruk ditengah perjalanan,” ungkap Irfan.

Ia menyebut, kapal yang stand by bila terjadi hal yang tidak inginkan ditengah perjalanan yaitu satu unit kapal dari Basarnas, dua kapal dari UPP serta kapal patroli dari Pol Air.

“Semua kapal patroli selalu disiagakan untuk melakukan pertolongan bila ada kejadian yang tidak diharapkan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kapolsek KP3 Baubau, Iptu Najamuddin menambahkan pihaknya berupaya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan laut. Olehnya itu, ia pun juga mengimbau agar pengguna jasa pelayaran mematuhi aturan keselamatan berlayar.

“Patuhi aturan keselamatan pelayaran agar menjaga kemungkinan yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Terpisah, Manager Operasi Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan(ASDP) Indonesia Ferry Cabang Kota Baubau, Supriadi mengatakan Minggu kemarin pada awal perjalanan kondisi baik-baik saja. Namun ditengah perjalanan terjadi hujan keras dan angin kencang yang membuat penumpang sempak panik.

Beruntung, kata Supriadi, kapal yang tetap melanjutkan perjalanan dan tiba dengan selamat di dermaga Ferry Kota Baubau.

“Life jacket yang dikenakan para penumpang saat kejadian tersebut bukan perintah dari ABK namun atas inisiatif penumpang. Padahal sebenarnya itu tidak boleh. Cuma penumpang pada panik,” katanya.

Supriadi menjelaskan seharusnya penggunaan life jacket oleh penumpang kapal yang disiapkan oleh pihaknya dikenakan bila sudah ada instruksi dari ABK. Hal ini berlaku apabila perjalanan dalam situasi sudah dianggap darurat.

“Kapal Ferry tersebut memuat 103 orang penumpang, kendaraan roda dua(sepeda motor) 46 unit dan 15 unit kendaraan roda empat,” pungkasnya.

Terkini