oleh

Usai Geledah Rumah Mantan Bupati Konut, Penyidik KPK Bungkam

KENDARI – Usai melakukan penggeledahan lebih dari lima jam di kediaman pribadi Mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, para penyidik KPK langsung meninggalkan lokasi penggeledahan pada pukul 17.15 WITA.

Tak ada satu pun dari pihak Penyidik KPK yang bersedia berbicara kepada awak media. Begitu pun dari pihak Kepolisian yang mengawal dan mengamankan jalannya proses penggeledahan.

Pihak aparat Pemerintah Kelurahan Laloraha yang ikut mendampingi selama proses penggeledahan pun tak banyak berbicara. Mereka hanya menyebutkan bahwa kehadirannya didalam proses penggeledahan itu hanya sebagai pendampingan selaku aparat pemerintah setempat.

“Jadi kami ada didalam tadi hanya sebagai pendampingan saja. Tidak tahu menahu tentang apa yang dilakukan oleh KPK,” ucap Polingai, Lurah Lalolara.

Usai penggeledahan, Tim Penyidik KPK terlihat membawa dua buah koper dari kediaman Aswad. Namun belum dapat dipastikan benda apa saja yang ada di dalam koper tersebut.

Untuk diketahui, Sekitar pukul 12.00 WITA, tujuh orang Penyidik KPK mulai melakukan penggeledahan di rumah mewah milik Mantan Bupati Konut, yang berlokasi di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Mereka datang dengan menggunakan lima kendaraan mobil jenis Inova, dua mobil berwarna silver dan tiga mobil berwarna hitam. Selama melakukan penggeledahan, Tim penyidik KPK dikawal oleh anggota kepolisian dari Polda Sultra yang berjumlah enam orang.

Sampai berita ini diterbitkan, Pihak Humas KPK di Jakarta yang dihubungi oleh mediakendari.com belum bersedia memberikan keterangan terkait hal penggeledahan tersebut.

Reporter: Ronal Fajar
Editor: Kardin

Terkini