KAMPUSKENDARIMETRO KOTAPEMERINTAHANPENDIDIKAN

Wagub Sultra Hadiri Wisuda UHO, Tegaskan Lulusan Harus Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

532
×

Wagub Sultra Hadiri Wisuda UHO, Tegaskan Lulusan Harus Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., menghadiri acara Wisuda Universitas Halu Oleo (UHO) Periode April–Juli 2025 yang digelar di Auditorium Mokodompit, Selasa (5/8/2025).

Kehadirannya mewakili Gubernur Sultra, sekaligus menjadi wujud dukungan penuh pemerintah terhadap dunia pendidikan tinggi di Bumi Anoa.

Acara wisuda ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara atau yang mewakili, Anggota Forkopimda Provinsi, Wali Kota Kendari, Rektor dan jajaran Wakil Rektor UHO, Ketua dan anggota Senat, para mantan rektor, guru besar, serta seluruh civitas akademika UHO.

Mengawali sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh wisudawan, orang tua, dan wali yang hadir. Ia menegaskan bahwa pencapaian hari ini adalah buah dari perjuangan panjang, tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga oleh keluarga yang telah mendampingi.

“Atas doa, di belakangnya pasti ada cucuran keringat Bapak, Ibu, dan Wali. Semoga anak-anak kita sukses, dan Alhamdulillah hari ini lahir tokoh-tokoh muda baru untuk membangun daerah,” ungkap Hugua.

Hugua juga menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Rektor UHO yang baru, Prof. Armid, S.Si., M.Si., D.Sc., pada 1 Agustus 2025. Ia berharap kepemimpinan baru ini mampu membawa UHO menjadi institusi yang semakin unggul dan berdaya saing.

“Kami berharap kepemimpinan Rektor yang baru dapat meningkatkan kualitas dan daya saing UHO ke depan, menjadikan perguruan tinggi ini lebih berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat, daerah, bangsa, dan negara,” katanya.

Dalam arahannya, Hugua mengajak seluruh wisudawan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara nyata, dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, keikhlasan, dan tanggung jawab.

“Hari ini saudara-saudara memiliki sertifikat, sebuah pengakuan ilmiah bahwa Anda ahli di bidangnya. Namun, ujian yang sesungguhnya adalah bagaimana ilmu itu bermanfaat, bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk kampung, provinsi, bahkan bangsa ini,” tegasnya.

Ia juga sempat mengenang masa kuliahnya di UHO saat kampus tersebut baru berstatus negeri. Pengalaman masa studi itu, katanya, menjadi fondasi kuat hingga ia berhasil meniti karier dari aktivis kampus, Bupati Wakatobi dua periode, Anggota DPR RI, hingga menjadi Wakil Gubernur Sultra.

Lebih lanjut, Hugua menekankan bahwa pembangunan Sultra harus sejalan dengan visi Tricita ASR-Hugua: Sulawesi Tenggara Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius. Ia menjelaskan makna dari masing-masing elemen visi tersebut.

“Aman berarti koordinasi dan sinergi antar lembaga dan masyarakat berjalan baik. Sejahtera berarti pemerintah hadir mengurus rakyat mulai dari lahir hingga akhir hayat. Religius berarti hidup dengan nilai spiritualitas, disiplin, integritas, inovasi, dan adaptasi,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sultra, lanjutnya, telah menetapkan empat pilar pembangunan utama, yakni pendidikan, kesehatan, agro-maritim, dan infrastruktur. Dalam mendukung pilar tersebut.

Hugua menyoroti tiga sektor unggulan yang menjadi peluang besar bagi para lulusan, industri hilirisasi berbasis agroindustri, industri turunan berbasis sumber daya alam dan pariwisata strategis, khususnya kawasan Wakatobi dan tujuh kawasan penyangga lainnya.

“Wisudawan harus mengambil peran dalam sektor-sektor ini agar Sulawesi Tenggara mampu bersaing dan berdaya saing tinggi,” ujarnya penuh semangat.

Di akhir sambutannya, Hugua kembali mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan gerbang memasuki medan pengabdian sesungguhnya.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat. Anda memasuki dunia nyata yang sesungguhnya. Kami percaya bahwa 5–10 tahun ke depan, tongkat kepemimpinan daerah ini ada di tangan Anda. Ayo bersama kita majukan Sulawesi Tenggara, Indonesia, dan dunia,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor UHO, Prof. Armid, dalam pidatonya mengungkapkan bahwa pada wisuda kali ini, 1.902 wisudawan dan wisudawati dari 14 fakultas dan Program Pascasarjana resmi diluluskan.

Prosesi wisuda berlangsung selama dua hari, 5–6 Agustus 2025. Hari pertama diikuti oleh 954 lulusan, dan hari kedua oleh 948 orang.
Wisudawan terbaik tingkat universitas diraih oleh Ketut Widiantari, lulusan Prodi PGSD FKIP, dengan IPK 3,89 dan masa studi empat tahun.

Rektor juga mengimbau lulusan agar berpartisipasi aktif dalam program Tracer Study, guna membantu universitas melacak jejak karier para alumni.

“Gunakan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Armid menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater.

“Kecerdasan akan membuat kalian dihormati, tapi kebijaksanaan akan membuat orang lain meneladani. Jadilah alumni UHO yang terus belajar, berkarya, dan membawa perubahan positif di mana pun berada,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page