oleh

Wali Kota Baubau Santuni Anak Yatim

-NEWS-29 dibaca

Penulis : Ardilan

Redaksi

BAUBAU – Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr AS Tamrin mengatakan menyantuni anak yatim merupakan kegiatan rutinitas tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau yang dalam bahasa daerah wolio disebut pakandeana anaana maelu yang dilaksanakan setiap bulan Muharam dalam kalender Islam (Hijriyah).

AS Tamrin mengungkapkan di tahun 2021 ini, kegiatan menyantuni anak digagas oleh Darma Wanita Persatuan Kota Baubau.

“Pakandeana anaana maelu ini adalah wujud kepedulian kita terhadap sesama, dan sudah dilaksanakan sejak dulu setiap tahun pada bulan Muharram. Nah di sinilah koneksitasnya dengan PO-5, bagaimana menyantuni anak-anak yang sudah tidak ada orang tuanya,” ungkap Dr AS Tamrin dalam keterangannya ditulis Rabu, 18 Agustus 2021.

Baca Juga: PKM Rumbia Tengah Optimis Capai Target, di Pekan Vaksinasi Tahap Tiga

AS Tamrin menilai menyantuni anak yatim berkaitan dengan nilai-nilai Po-5 nilai diantaranya nilai pomaamasiaka (Saling menyayangi) dan popiapiara (Saling merawat). Ia pun berterima kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Memberikan santunan kepada anak yatim adalah merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama meskipun ala kadarnya. Namun yang terpenting dalam memberi santunan ini adalah rasa ikhlasnya, maka nilai-nilai ini harus betul-betul terintegritas dalam diri kita,” terang politisi PAN itu.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini menambahkan, nilai lain dari Po-5 yang harus ditanamkan dalam diri adalah Pomamaeka,  yaitu saling menanggung rasa malu dan peduli kebenaran. Hal ini dimaksudkan agar setiap langkah dan perilaku harus dengan mawas diri, agar tidak melakukan perbuatan yang tercela yang dapat mencoreng nama baik seluruh keluarga.

Baca Juga: Hari ke Dua Pekan Vaksinasi Tahap Tiga di Rumbia Sepi Pengunjung

“Poangkaangkataka yaitu saling menghargai, saling mengangkat martabat dan Pobinci-binciki kuli itu semua terbentuk dar nilai-nilai Po-5. Jadi nilai-nilai ini perlu diimplementasikan, selain dilakukan dalam aspek keimanan, juga dalam aspek budaya,” imbuhnya.

Wali Kota dua periode ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Baubau agar dalam setiap melakukan aktivitas selalu menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. Pasalnya, tanpa adanya kesadaran dari masyarakat maka segala upaya yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 akan menjadi sia-sia.

“Untuk memutus mata rantai Covid-19 ini bukan hanya tugas pemerintah, namun ini adalah tugas kita semua, tugas seluruh lapisan masyarakat, dan harus ada kesadaran dari masyarakat. Untuk itu mari kita terapkan 5M, yaitu Mencuci tangan, Menjaga jarak, Memakai masker, Menghindari kerumunan, dan Membatasi untuk tidak keluar kalau tidak penting,” pungkasnya.

Terkini