oleh

Warga Aceh Jadi Korban Penembakan di Malaysia, Keluarga Dimintai Uang Jenazah oleh KBRI

ACEH – Seorang warga Aceh bernama Muhammad Zubir (30) asal Lamno, Kabupaten Aceh Jaya dilaporkan meninggal dunia akibat ditembak oleh orang tak dikenal ketika sedang tidur di sebuah premis pencucian kendaraan (doorsmeer) tempat ia bekerja di daerah Felda Keratong 2, Pahang, Malaysia, Rabu malam (25/10).

Berdasarkan informasi dari perkumpulan warga Aceh di Malaysia, jenazah warga Aceh korban penembakan masih berada di salah satu Rumah Sakit di Kuantan dan dalam pengawalan ketat aparat kepolisian Diraja Malaysia.

Sementara keluarga korban di Aceh yang mendapat informasi musibah tersebut dilanda kepanikan. Apalagi informasi yang diterima simpang siur, bahkan keluarga mengaku mendapat telefon dari pihak yang mengatasnamakan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia yang meminta uang untuk penebusan jenazah di rumah sakit dan biaya pemulangan sebesar 1600 RM.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga korban melaporkan hal ini kepada anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma untuk membantu menelusuri informasi yang sebenarnya terkait kondisi korban dan kebenaran adanya pihak tertentu yang mengatasnamakan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia.

Atas laporan dan permintaan bantuan dari pihak keluarga korban, Haji Uma melakukan upaya komunikasi dengan Ketua Group Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA) dan Forum Persatuan Pemuda Aceh serta masyarakat Aceh Perantauan di Malaysia.

Dari hasil penelusuran, Haji Uma membenarkan adanya penembakan yang menewaskan Muhammad Zubir (30) asal Lamno, Aceh Jaya. Bahkan kasus ini turut diberitakan media asal Malaysia, Harian Metro edisi 25 Oktober 2017.

Menurut Haji Uma, dari informasi yang diperoleh bahwa jenazah masih dirumah sakit dan dikawal ketat serta dalam proses penyidikan polisi diraja Malaysia.

“Warga Aceh disana sudah mengutus Tengku Amir, seorang warga Aceh di Kelantan untuk menjenguk, namun saat ini belum di izinkan oleh kepolisian disana,” ujar Haji Uma.

Haji Uma memohon pihak keluarga di Aceh untuk tenang dan tidak menanggapi pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan Kedutaan di Malaysia terkait biaya tebus dan pemulangan jenazah. Haji Uma menyatakan saat ini dirinya sedang berkomunikasi dengan adik korban di Aceh dan adik korban yang di Malaysia.

“Kita berharap segera ada kejelasan dari hasil penyidikan polisi disana dan segala proses untuk pemulangan jenazah berjalan lancar serta dalam waktu sesegara mungkin,” tutup Haji Uma.

Liputan: Redaksi

Terkini