oleh

Warga Bentrok Dengan Polisi di Buton, Sejumlah Kendaraan Dinas Polri Dibakar

-FEATURED, Kendari, PERISTIWA, SULTRA-1.204 dibaca

KENDARI – Sejumlah masyarakat di Desa Lawele Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) terlibat bentrok dengan aparat kepolisian, Minggu (21/10/2018) dini hari sekitar pukul 01.00 wita.

Dalam insiden itu, sejumlah fasilitas milik personil Polres Buton mengalami kerusakan, akibat dilempari batu dan dibakar diantaranya 1 unit R6 Sabhara dan 1 unit R4 security barier rusak akibat terkena lemparan batu dan kayu, 1 unit R4 patwai, 5 unit R2 sabhara dan 4 unit R2 bhabinkamtibnas rusak dibakar warga yang mengamuk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Mediakendari.com insiden ini berawal saat ribuan masyarakat dari tiga Kabupaten yakni Buton, Buton Utara (Butur), dan Kota Bau-Bau menghadiri menghadiri pesta adat tahunan yang dilaksanakan di Desa Lawele pada Sabtu (20/10/2018) sekitar pukul 17.00 sampai 24.00 wita. Setelah acara tuntas, warga berencana menutup acara tersebut dengan pesta joget, namun tidak diizinkan oleh pihak kepolisian yang melakukan pengamanan.

Namun, karena warga ngotot menggelar acara joget, pihak Panitia Pelaksana, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Pihak Kepolisian menggelar rapar koordinasi agar pesta adat itu tidak dilanjutkan dengan acara joget demi menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. Saat koordinasi berlangsung, dengan tiba-tiba saja terjadi keributan di lain tempat, tepatnya di jalan poros Desa Lawele. Keributan yang melibatkan antar masyarakat itu berhasil memancing pengunjung dan masyarakat lainnya untuk melakukan keributan.

Hingga akhirnya keributan tersebut membuat situasi semakin tidak bisa terkendali, pengunjung semakin beringas dan anarkis, mereka berusaha menyerang polisi dengan melakukan pelemparan kepada personel jajaran Polres buton yang sedang melakukan pengamanan pesta adat, karena pertimbangan situasi pihak kepolisian mengeluarkan tembakan gas air mata massa pengunjung tersebut, dengan tujuan untuk membubarkan keributan itu.

Setelah dilakukan tembakan gas air mata, pengunjung atau masyarakat bukannya lari tetapi kembali melakukan pelemparan dan pengejaran terhadap aparat kepolisian, sehingga pihak kepolisian dipukul mundur oleh pengunjung tersebut dengan meninggalkan sejumlah kendaraan patroli.

Saat itulah Masyarakat yang menduduki tempat acara sebelumnya langsung melakukan pengrusakan kendaraan dinas kepolisian yang sementara terparkir di dalam lapangan bola Desa Lawele. Setelah melakukan pengrusakan terhadap kendaraan dinas polri, masyarakat Desa Lawele dan pengunjung lainnya membubarkan diri.

“Saat ini situasi di Desa Lawele Kecamatan Lasalimu kembali kondusif seperti semula, sejumlah aparat kepolisian telah melakukan pengamanan di lokasi tersebut,” terang Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhartd, Minggu (21/10/2018).

Kata dia, berdasarkan informasi yang diperoleh, Masyarakat yang melakukan anarkis saat pesta ada di Buton sementara dipengaruhi minuman alkohol.

“Setelah indisen ini dilaporkan ke Polda, Kapolda pada Minggu pagi tadi langsung berangkat di Tempat kejadian untuk melakukan pemantauan,” tuturnya. (a)

Reporter : Hendrik B


Terkini