oleh

Warga Lasalimu Selatan Diberi Pemahaman Soal Penyakit Tidak Menular

 

Penulis : Ardilan

BUTON – Dokter Umum UPTD Puskesmas Wajah Jaya, dr. Wa Ode Munarsi memberikan pemahaman terkait persoalan penyakit tidak menular kepada warga Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton.

Masyarakat yang diberikan penyuluhan kesehatan itu berasal dari tiga yakni Desa Mulya Jaya, Sangia Arano dan Harapan Jaya bertempat di Balai Pertemuan Desa Mulya Jaya.

“Penyakit tidak menular itu seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus, kanker, penyakit paru obstruktif kronik, cedera dan gangguan indera dan fungsional serta penyakit yang disebabkan oleh perilaku dan lingkungan yang tidak sehat,” ungkap, dr Munarsi, Kamis 11 Maret 2021.

Ia menerangkan penyakit tidak menular adalah penyakit yang penyebabnya bukan dari kuman. Penyakit ini termasuk penyakit kronis degeneratif. Penularannya pun tidak melalui orang per orang akan tetapi perkembangannya berjalan perlahan dalam jangka waktu yang panjang atau kronis.

“Pencegahannya terapkan prilaku hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan bergizi, rutin olahraga, tidak merokok dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

dr Munarsi menuturkan selain diberi pemahaman terkait pencegahan penyakit tidak menular itu, ia juga menyarankan kepada masyarakat agar melakukan pemeriksaan ke posko kesehatan terdekat sebagai bentuk penanganan apabila mengalami gejala penyakit dimaksud.

Sementara itu, Dandim 1413 Buton, Letkol Infantri Arif Kurniawan melalui Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Kodim 1413 Buton, Letda Infantri Ridwan mengungkapkan penyuluhan kesehatan merupakan salah satu kegiatan non fisik TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-110.

Menurut dia, penyuluhan itu merupakan bentuk dukungan TNI kepada masyarakat sebagaimana amanah Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangeruka yang menginginkan tentara menjadi sahabat rakyat.

“Kita dukung masukan dari Pemda dan pemerintah setempat. Tujuannya, semoga apa yang diberikan oleh tim penyuluh ada bekal lah mereka ke depannya, kendala-kendala apa yang dihadapi, hama-hama. Tadi diberi tahu lebih bagus pakai pupuk kompos dari pada pupuk kimia. Itukan ilmu juga bagi mereka. Harapannya semoga bermanfaat bagi mereka,” katanya.

Terkini