oleh

Warga Tinanggea Blokade Jalan dengan Tumbangkan Pohon

-NEWS-737 dibaca

 

Reporter: Erlin

KONAWE SELATAN – Warga Desa Lalonggasu dan Lalowatu Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memblokade jalan, sebagai bentuk protes karena jalana yang rusak tidak kunjung diperbaiki.

Blokade dilakukan dengan batang pohon pelindung yang ditebang dan ditumbangkan melintang menutupi seluruh badan jalan di perbatasan Desa Lalowatu dan Lalonggasu.

Dari pantauan MEDIAKENDARI.com, aksi blokade yang dilakukan ini membuat arus kendaraan dari dan menuju sejumlah wilayah di Konsel yang melewati wilayah tersebut terputus.

Pengendara baik roda empat maupun roda dua yang hendak melintas dan tidak mengetahui adanya aksi blokade warga ini memilih putar balik mencari jalan lain untuk sampai ditujuan.

Tidak hanya membuat arus lalu lintas terganggu, blokade jalan tersebut juga membuat pedagang yang berjualan disepanjang ruas jalan tersebut merugi karena berdampak minimnya pembeli.

Aswan, seorang pedangan buah yang berjuaan diatas mobil pick up menuturkan, dirinya mengaku rugi adanya blokade itu, karena akses menuju Pasar Tinanggea tidak bisa dilalui.

“Tentu berpengaruh pada dagangan saya, karena saya biasanya sehari menjual di pasar dengan adanya blokade ini pendapatan saya berkurang,” ungkap Aswan saat ditemui MEDIAKENDARI.com.

Namun sebagai warga lokal dari Desa Lalowatu, kata Aswan, dirinya mendukung apa yang dilakukan masyarakat dalam menuntut perbaikan jalan agar segera dilakukan pengaspalan.

“Saya pribadi mendukung, meski itu berdampak pada pendapatan saya, bosan juga kita lewati ini jalan kubangan,” terang Aswan.

Hal senada juga diungkapkan, Roda, seorang sopir truk yang ditemui saat hendak memutar balik karena putusnya akses jalan. Ia mengaku mendukung aksi blokade tersebut.

“Semoga dari aksi blokade ini dapat segera direalisasikan perbaikannya oleh Pemerintah Provinsi Sultra. Kalau sudah diaspal kan, enakmi juga kita lewati, usahanya kita juga lancar,” ujarnya.

Meski demikian, tidak hanya yang merugi, ada juga penjaja makanan ringan yang memanfaatkan aksi blokade yang ramai dengan hadirnya warga, dengan menggelar dagangannya.

“Bersyukur juga dengan adanya aksi blokade ini, pembeli jualan saya banyak,” ujar Limin, penjual gorengan dan minuman ringan yang mengaku dagangannya laris terjual diserbu warga yang ikut memblokade jalan.

Sementara itu, Ketua Keluarga Besar Pemuda dan Mahasiswa (KBPM) Konsel, Rendi Tabara, mengatakan aksi blokade jalan itu merupakan bentuk protes dan kritikan terhadap Pemprov Sultra.

“Kami sudah bosan dijanji Pemprov Sultra, bahkan aksi yang kami lakukan hari ini bukan aksi yang pertama melaikan sudah sering kali kami suarakan,” tegas Rendi Tabara.

Rendi menerangkan aksi blokade ini merupakan rentetan aksi serupa di Kelurahan Ngapaaha. “Tuntutan kami sama sebab kami tergabung dalam perhimpunan masyarakat Tinanggea,yang mengingikan perbaikan ruas jalan dari Desa Andoolo hingga ke Tinanggea,” terangnya.

Alumni Universitas Haluole Fakultas Hukum ini, menegaskan blokade jalan tidak akan dibuka hingga Pemprov Sultra memperbiki jalan. “Kami tidak akan buka blokade ini hingga adanya perbaikan jalan oleh Pemprov Sultra,” pungkasnya. /B

Terkini