oleh

Wawali Baubau : Germas Itu Penting

-NEWS-12 dibaca

BAUBAU – Wakil Wali Kota (Wawali) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Ahmad Monianse mengatakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) itu penting diterapkan. Sebab, saat ini bukan hanya pandemi Covid-19 saja yang dapat membahayakan kesehatan warga. Namun, penyakit lainnya bisa saja menyerang setiap waktu.

Penegasan germas adalah hal penting juga telah ia sampaikan dalam kegiatan Jambore Germas beberapa waktu lalu.

“Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia. Di mana, upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” kata Wawali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse dalam keterangannya ditulis Rabu, 10 November 2021.

Pramuka

Politisi PDIP ini menjelaskan menurut hasil identifikasi yang dilakukan oleh Hendrik L Bloem pada Tahun 1908, derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor yaitu perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Faktor perilaku dan lingkungan memegang peran lebih dari 75% dari kondisi derajat kesehatan masyarakat.

Ia menilai dimasa pandemi Covid-19 ini faktor perilaku dan lingkungan masyarakat yang menerapkan protokol kesehatan diantaranya memakai masker dan mengurangi mobilitas yang menimbulkan kerumunan juga berperan besar menekan angka pasien terpapar virus Corona. Hasilnya kasus penyebaran virus asal Cina melandai dan Baubau masuk dalam zona hijau peta penyebaran Covid-19.

Monianse juga menerangkan saat ini negara tengah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi. Perubahan pola penyakit tersebut ditandai dengan meningkatnya angka kematian dan kesakitan akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit stroke, jantung, diabetes dan penyakit lainnya.

“Dampak meningkatnya kejadian Penyakit Tidak Menular ini adalah, meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah. Selain itu, menurunnya produktivitas masyarakat, serta menurunnya daya saing negara yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Penulis : Ardilan

Terkini