oleh

Wujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkotika, BNNP Sultra Gelar Workshop (P4GN)

-NEWS-89 dibaca

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan workshop terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Lingkungan Masyarakat di salah satu hotel di Kendari, Kamis, 28 Oktober 2021.
Kegiatan ini merupakan implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sesuai intruksi Presiden Republik Indonesia No. 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.

Workshop diikuti 30 orang perwakilan dari kelurahan yang ada di Kota Kendari dengan menerapakan protokol kesehatan yang ketat guna mengurangi penyebaran Covid-19.

Kegiatan dibuka Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sultra, Dra. Hj. Harmawati, M.Kes, Apt sekaligus menyematkan PIN penggiat anti narkoba kepada beberapa perwakilan peserta.

Pramuka

Harmawati mengatakan kehadiran penggiat anti narkoba diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan menggerakkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dalam mewujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkotika (KOTAN).

“Workshop ini outputnya melahirkan penggiat anti narkoba dari pada masing-masing kelurahan seperti lurah, tokoh masyarakat, babinkamtibmas, ketua RT/RW yang bisa mengimplementasikan materi kegiatan ini di lingkungan kerjanya masing-masing” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut menampilkan tiga pemateri, masing-masing Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Sultra, Dra. Hj. Harmawati, M.Kes, Apt, Kepala Kesbangpol Kota Kendari, Drs. Suhardin, M. Si dan Kasat Res Narkoba Polres Kendari, Iptu Pol. Ridwan, S.I.K, MH

Melalui workshop ini peserta diberi penjelasan mengenai pentingnya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika lingkungan masyarakat demi tercapainya bonus demografi secara optimal.

Harmawati berharap peserta yang hadir pada workshop ini dapat memberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dilingkungannya masing-masing. Setidaknya dilingkungan keluarga, lingkungaan kerja, terlebih lagi di lingkungan masyarakat sekitarnya.

“Kami berharap agar peserta yang hadir di workshop ini bisa melaksanakan dan mensosialisasikan P4GN di tempat kerjanya serta bisa memberdayakan masyarakat di lingkungannya masing-masing” terangnya.

Penulis : Redaksi

Terkini