oleh

Wujudkan Masyarakat Stop BABS, Puskesmas Kandai Gelar Verifikasi ODF

KENDARI – Open Defecation Free (ODF) adalah salah satu sikap untuk berperilaku higienis dan sanitasi dalam membuang tinja atau kotoran pada tempatnya. Untuk itu Puskesmas Kandai melakukan verifikasi ODF di Kelurahan Kampung Salo Kecamatan Kendari, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Melalui Koordinator Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Kandai, Rasni Intan mengatakan, verifikasi ODF bertujuan untuk memastikan perubahan perilaku masyarakat di Kelurahan tersebut guna tidak membuang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit.

“Jadi verifikasi ODF salah satu persyaratan kami untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan saniter,” ucapnya kepada Mediakendari.com, Jumat (21/09/2018).

Lanjutnya, proses verifikasi hanya dilakukan jika ada Kelurahan yang menyatakan telah mencapai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dapat diajukan melalui surat, secara lisan atau melalui media elektronik dari Lurah kepada Pemerintah Kecamatan yang kemudian akan ditembuskan ke puskesmas setempat.

“Kami akan melakukan monitoring berkala untuk memastikan status Kelurahan STBM,” lanjutnya

Dia menambahkan, STBM bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Lanjutnya, STBM memiliki lima pilar, yang pertama Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengolahan Air Minum Rumah Tangga (PAM RT), pengolahan sampah rumah tangga, dan pengolah limbah cair rumah tangga.

Katanya, verifikasi ODF salah satu program Pemerintah Kota Kendari yang ingin menciptakan Kota Kendari sehat dan saniter.

“Jadi untuk Kota Kendari ditargetkan sudah ODF 2019,” katanya.

Dirinya juga berharap, dengan kegiatan tersebut, dapat menginspirasi daerah-daerah lain, khususnya di Kendari.

“Saya berharap di Wilayah Sultra khususnya Kota Kendari, tidak ada lagi yang membuang air besar sembarangan demi mewujudkan Indonesia Sehat 2025,” harapnya.(b)


Reporter: Hendrik B

Terkini