oleh

Yudisium S1 Fisip UMK Diikuti 104 Peserta

-FEATURED-313 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Melakukan Yudisium S-1 terhadap 104 mahasiswa yang tergabung dalam tiga angkatan yakni Angkatan tahun 2011, 2012 dan 2013, di Aula Islamic Center, Sabtu (23/9/2017).

Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Muhammad Nur SP, M,Si dalam sambutannya mengatakan bahwa yudisium tersebut merupakan kebanggaan tersendiri buat UMK, apabila kesuksesan diluar kampus dapat dicapai oleh yudisiawan yudisiawati Fisip UMK.

“Dalam penetapan sarjana kepada saudara saudara harapan saya dapat dipertanggungjawabkan gelar Sarjana (titel) Ilmu Politik (S.I.P) yang telah dicapai dengan waktu dan tenaga yang cukup lama ini, tentunya bermanfaat bagi masyatakat serta lingkungan di sekitar kalian dan jangan pernah berhenti untuk belajar untuk meningkatkan kualitasnya,” ungkapnya di hadapan peserta yudisium.

Di tempat yang sama Drs Muhammad Arsyad, MSi (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMK) manjelaskan dengan dicapainya gelar sajana oleh Yudisiuman Yudisiawati oleh Mahasiswa Fisip UMK ini, akan menjadi modal untuk mengabdi pada masyarakat dengan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di lingkungan kampus.

Suasana Sambutan Rektor UMK, Muhammad Nur SP MSi. Saat Semberikan Sambutan Yudisium Fisip UMK 2017

“Semoga apa yang dicapai oleh mahasiswa kita ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah sesuai konsentari jurusan Ilmu Pemerintahan yang dipelajari,” paparnya.

Arsyad juga menyampaikan dalam kegiatan Yudisium ini akan dilanjutkan dengan Wisuda pada tanggal 30 September 2017 mendatang.

“Yang diyudisium hari ini, kita akan wisudakan pada tanggal 30 september mendatang, dan tentunya setelah mahasiswa diwisuda bukan berarti terlepas seutuhnya dari lingkungan kampus, karna kita akan dihimpun dengan Ikatan Alumni (IKA),” ujar Arsyad kepada MEDIAKENDARI.COM.

Arsyad menjelaskan bahwa sumbangsi dan kontribusi alumni terukur dan diukur untuk menjadi penilaian tersendiri oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), untuk meniali Program Studi (Prodi) dimana mereka lulus.

“Hal ini, menjadi tanggungjawab alumni ketika keluar dari kampus, baju almamater kampus tetap harus melekat dalam jiwa alumni dalam berkarir,” tutupnya.

Liputan : Hendriansyah

Terkini