oleh

Yuranata Garden, Wisata Bunga di Baubau Hingga Merambah Budidaya dan Edukasi

Reporter: Ardilan
Editor: La Ode Adnan Irham

BAUBAU – Bagi wisatawan yang berada di wilayah Kepulauan Buton (Kepton) khususnya Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) tampaknya tak perlu lagi jauh-jauh jika ingin mengunjungi wisata bunga. Sebab, saat ini sudah ada Yuranata Garden.

Wisata bunga yang terletak di Jalan Palabusa areal Purnawirawan Kelurahan Palabusa ini menyediakan beragam variasi bunga yang elok dipandang. Para pengunjung yang hadir pun tampak berlomba-lomba mengabadikan momen ditempat itu dengan berfoto ria, baik berfoto selfie maupun bersama-sama.

Untuk sampai ke Yuranata Garden, jarak yang ditempuh sekitar 25 kilo meter dari pusat Kota Baubau. Akses ke lokasi pun bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Letaknya sekitar kurang lebih 500 meter dari jalan raya Palabusa.

Pemilik Yuranata Garden, I Gusti Ngurah Putu Sugiarto mengatakan, saat ini dirinya baru sebatas menyediakan wisata taman bunga dan berdagang tanaman hias. Namun kedepan, dia berencana menggagas budidaya wisata dan edukasi.

“Kita target ada dua. Pertama pelajar dan kedua siapapun yang mau belajar pertanian. Kami sudah kontek dengan penyuluh-penyuluh pertanian nanti disini kita mau buat kaya sekolah lapangan,” ucap Gusti Ngurah Putu kepada MEDIAKENDARI.com ditemui dilokasi Yuranata Garden, Senin (4/11/2019).

Untuk persyaratan budidaya wisata dan edukasi, kata Gusti Ngurah Putu, sejauh ini belum ada persyaratan khusus. Dia mengaku, bagi siapapun yang berminat dirinya mempersilahkan untuk bergabung. Untuk pelajar, pihaknya bakal bekerja sama dengan sekolah-sekolah.

“Misalnya mereka ingin belajar menyemai, kita tinggal persiapan dan atur jadwalnya kapan. Jadi konsepnya kita ini wirausaha yang berbasis sosial. Income (Pendapatan) yang kami dapat itu dari retribusi masuknya saja Rp 10 ribu. Kalau edukasinya free atau tidak dipungut biaya,” paparnya.

BACA JUGA:

Dia menjelaskan, Yuranata Garden menyediakan sejumlah jenis bunga seperti bunga Mari Gold jenis Little Dark, Mawar, Celosia, bunga Matahari, bunga kancing dan bunga Begonia. “Kedepan ada bunga Salvia yang kami sudah siapkan benihnya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Eca (30) mengaku, dirinya datang ke Yuranata Garden karena penasaran melihat postingan-postingan temannya dimedia sosial Facebook tentang Yuranata Garden tersebut.

“Awalnya kami belum tahu, hanya melihat postingan di Facebook dari teman-teman. Akhirnya membuat kami merasa tertarik dan bagus nih kalau langsung datang ketempatnya. Kebetulan ada kunjungan kerja di Baubau jadi bisa langsung kesini,” ungkap wanita asal Kendari ini.

Untuk memberi daya tarik yang lebih, Eca menyarankan agar kedepan Yuranata Garden menambah koleksi taman bunganya. “Biar lebih berfariasi lagi,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Lurah Palabusa, Rukiyah mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi adanya wisata taman bunga Yuranata Garden. Menurut dia, dengan adanya tempat wisata bunga tersebut membuat Palabusa lebih dikenal masyarakat.

Dia juga mendukung gagasan Yuranata Garden yang ingin melaksanakan budidaya wisata maupun edukasi ke masyarakat umum dan pelajar yang berminat mempelajari pertanian bunga.

“Sebagai pemerintah kelurahan kita akan fasilitasi apalagi berhubungan dengan pelajar karena dunia pendidikan itu penting. Di Festival Keraton Asean nanti saya akan coba komunikasi ke Dinas Pariwisata dan Dinas lainnya agar mengarahkan para wisatawan untuk berkunjung ke Yuranata Garden,” ujarnya.

“Karena ini potensial melihat lokasinya ditengah sawah dan berada disekeliling gunung-gunung. Wisata lain di Palabusa ada wisata Batu Kapal, wisata puncak dan wisata Mutiara,” tambahnya. (B)

Terkini