BREAKING NEWSMETRO KOTA

56 Mahasiswa Program PLP FKIP UHO di SMAN 2 Kendari Resmi Ditarik

842
×

56 Mahasiswa Program PLP FKIP UHO di SMAN 2 Kendari Resmi Ditarik

Sebarkan artikel ini
Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida bersama Mahasiswa PLP FKIP UHO, saat acara penarikan. Foto Ronas/ Mediakendari.com

KENDARI, Mediakendari.com – Sebanyak 56 Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) yang mengikuti program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kendari telah secara resmi dilakukan penarikan, Senin 20 Mei 2024.

“Kegiatan PLP di sekolah ini sudah berlangsung selama kurang lebih 1 bulan. Dan hari ini dilakukan penarikan. Tentu mahasiswa itu kegiatan selama PLP diharapkan mereka dapat menimba ilmu yang ada di sekolah yang berkaitan dengan guru sebagai tenaga pengajar dan juga guru sebagai administrator,” terang Dosen Pembimbing PLP, Muhammad Salam kepada Mediakendari.com di sekolah.

Lanjut Ia mengatakan, Mahasiswa yang mengikuti program PLP di SMAN 2 Kendari itu dari bergai program studi, yaitu pendidikan matematika, kimia, fisika, biologi, penjaskes, BP, ekonomi, sejarah dan geografi. Sementara yang tidak ada yaitu psikologi, PAUD dan PGSD.

“Dalam kegiatan PLP itu, dari segi administrator mereka bisa belajar bagaimana merancang RPP, perangkat pembelajaran pada umumnya baik itu RPP, modul ajar maupun media atau lain- lain yang berkaitan dengan pembelajaran. Dan juga sebagai guru atau pengajar, mereka bisa melihat bagaimana cara guru mengajar secara ril di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah mengikuti kegiatan PLP di sekolah, mahasiswa diharapkan dapat mempraktekan kembali di kampus.

“Setelah balik di kampus. 4 kali pertemuan di kampus nanti mereka itu akan latihan mengajar dihadapan teman- temannya dan dosen, selama 4 minggu. Kegiatan PLP ini harapan kita mudah- mudahan ke depan kita perbaiki lagi setelah mendapat masukan dari sekolah. Karena kita inginkan mahasiswa bisa memeperoleh ilmu yang lebih banyak selama mengikuti PLP kurang lebig 1 bulan di sekolah,” pungkasnya.

Sementara Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kendari, Nur Aida mengatakan, setelah mengikuti program PLP di sekolah, diharapkan ketika menjadi guru sudah tau situasi di dalam sekolah dan tidak kaget, baik itu kompetensi guru sebagai pendidik, pengajar maupun pembimbing.

“Jadi kegiatan mereka di sekolah melakukan observasi, sekaligus terjun bisa memposisikan diri sebagai guru, ketika dipersilahkan oleh guru untuk mengajar,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kegiatan mahasiswa PLP di sekolah selain melakukan observasi tentang sistem pembelajaran dan administrasi di sekolah, juga belajar membuat administrasi yang dibantu oleh guru.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Muhammad Salam, S.Pd, M.Pd, yang telah menjadikan SMAN 2 Kendari sebagai tujuan dalam rangka program di UHO salah satunya adalah PLP ini,” tandasnya.

Reporter: Ronas

You cannot copy content of this page