ASIA – Kento Momota menjadi orang Jepang pertama yang menjuarai turnamen bulu tangkis All England, sedangkan Chen Yufei membawa kejutan dengan keluar sebagai juara tunggal putri, kantor berita AFP melaporkan, Minggu (10/3).
Momota menorehkan prestasi sebagai juara dunia, juara Asia, dan pebulu tangkis peringkat satu dunia. Selain itu Momota juga bisa menambahkan kesuksesan menjuarai turnamen bulu tangkis tertua di dunia ke dalam daftar prestasinya.
Baca Juga :
- Turnamen Futsal SD 84 Kendari Cup 1 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet Cilik
- Ini Lima Program Strategis KORMI Sultra saat Audiens ke DPRD
- Buka Turnamen Kapolda Sultra Cup Basketball Competition 2026, Himawan Bayu Aji : Wadah Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi
- Gubernur Sultra Buka GTC Open Tenis Tournament 2026 di Kendari
- SSB Muna Warnai CISC Kendari Cup 1, Tiga Piala Diboyong Pulang
- Kukuhkan 30 Pengurus Baru, KONI Konut Bidik Tata Kelola Olahraga yang Lebih Modern
Pebulu tangkis berusia 24 tahun itu menang 21-11, 15-21, dan 21-15, atas Viktor Axelsen dari Denmark.
“Memenangkan turnamen ini adalah mimpi saya sejak anak-anak dan memenangkannya adalah peristiwa besar dalam hidup saya. Ini memberikan saya kepercayaan diri,” kata Momota.
Momota berharap kesuksesannya bisa menginspirasi pemain Jepang lainnya untuk berprestasi di cabang olahraga itu.
Chen Yufei dari China saat bersiap servis melawan Tai Tzu Ying dari Taiwan dalam final tunggal putri turnamen bulu tangkis All England Open di Birmingham, Inggris, 10 Maret 2019.
Gelar juara tunggal putri All England kembali ke tangan China untuk pertama kalinya dalam lima tahun setelah Chen secara mengejutkan mengalahkan juara bertahan Tai Tzu Ying.
Atlet putri China yang terakhir menang adalah Wang Shixian pada 2014. Tapi Chen mengakhiri puasa gelar itu dengan kemenangan 21-17 21-17.
Baca Juga :
- Tak Miliki PKKPRL dan AMDAL, Izin Tersus PT TMN Dicabut Kemenhub Tapi Masih Ngeyel Beroperasi – GERAK Sultra Desak Kejati Turun
- Proyek Hilirisasi Miliaran Dolar Terancam Seret, Komisi XII DPR RI : Kepastian RKAB Harga Mati
- Peringati HUT ke-30, Polda Sultra Gelar Doa Bersama Hadirkan Ustadz Das’ad Latif
- BAHAYA! Truk Bahan Curah Bebas Masuk Kapal Ferry Kendari-Konkep, JPKP Nasional Ancam Lapor Kemenhub
- PT Tiran Group Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Ribuan Warga Sultra Terserap
- KKJ Sultra Mengecam Keras Kadispar Sultra Menyebut Wartawan Idiot
Tai sebenarnya mengincar hat-trick gelar juara tunggal putri All England. Di lain pihak, Chen juga mengakui dia tidak berharap bisa keluar sebagai juara karena mendapat lawan pebulu tangkis papan atas.
“Saya senang sekali. Saya tidak berharap bisa memenangkan gelar dalam dua set langsung,” kata Chen sambil tersenyum.[ft]
