EKONOMI & BISNISHEADLINE NEWSINDONESIAINTERNASIONALJAKARTANASIONALPELUANG BISNISPERTAMBANGANPROV SULTRASULTRA

PT Tiran Group Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Ribuan Warga Sultra Terserap

PT Tiran Group Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Ribuan Warga Sultra Terserap

KENDARI, Mediakendari.com – PT Tiran Nusantara Group menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam menjalankan berbagai kegiatan usahanya di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Perusahaan Holding Company yang diciptakan Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. (Sekarang Mentan RI) menujukan Komitmen tersebut terlihat dari keterlibatan masyarakat lokal dalam berbagai posisi operasional di sejumlah unit usaha perusahaan, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, peternakan, pabrik gula hingga distribusi.

Humas Tiran Group, Lapili, menyebut sekitar 7.000 tenaga kerja lokal telah bekerja pada berbagai unit usaha Tiran Group di Sultra.

Saat itu, perusahaan juga menyatakan tidak mempekerjakan tenaga kerja asing.

Untuk kondisi yang lebih baru, Lapili menyebut PT Tiran Indonesia yang beroperasi di Konawe Utara telah mempekerjakan hampir 2.000 karyawan, dengan lebih dari 80 persen di antaranya disebut merupakan tenaga kerja lokal Sultra.

“Kalau seperti di PT Tiran Indonesia di Konawe Utara, kita punya karyawan sudah mendekati 2 ribu. Dan 80 persen lebih itu adalah orang lokal Sulawesi Tenggara,” kata Lapili kepada mediakendari.com melalui via Whatshappnya, Selasa (15/9/2026).

Lapili menyebutkan berbagai posisi diisi Tenaga Lokal
dalam pelibatan tenaga kerja lokal tidak hanya pada pekerjaan administratif, tetapi juga pada berbagai posisi teknis dan operasional yang menjadi bagian penting dalam kegiatan perusahaan.

Lapili merinci sejumlah posisi yang diisi tenaga kerja lokal antara lain pengemudi atau driver, mekanik dan operator.

“Driver, kemudian mekanik, operator, itu hampir semuanya orang Sulawesi Tenggara. Kita mempekerjakan tenaga lokal di sini,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peluang kerja yang tersedia tidak terbatas pada pekerjaan umum, tetapi juga mencakup posisi yang membutuhkan keterampilan teknis dan pengalaman operasional.

Tak Hanya Sektor Pertambangan
Penyerapan tenaga kerja oleh Tiran Group juga tidak hanya berlangsung pada sektor pertambangan.

Perusahaan memiliki kegiatan usaha di sejumlah sektor, termasuk perkebunan, peternakan, pabrik gula dan distribusi, selain aktivitas pertambangan.

Dengan beragamnya lini usaha tersebut, masyarakat lokal memiliki peluang untuk terlibat dalam berbagai bidang pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi masing-masing unit usaha.

Kehadiran berbagai unit bisnis itu juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih luas karena aktivitas perusahaan membutuhkan jasa pendukung, transportasi, pemeliharaan peralatan, hingga kebutuhan logistik dan operasional lainnya.

Dorong Pengembangan Sumber Daya Manusia

Selain membuka lapangan kerja, Tiran Group juga pernah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kendari sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia.

Pada 2021, Tiran Group menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Universitas Halu Oleo (UHO), STIKES Mandala Waluya dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia serta memberikan manfaat bagi mahasiswa di Sulawesi Tenggara.
Kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai dapat menjadi salah satu jalur untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi sumber daya manusia lokal.

Dengan demikian, pelibatan masyarakat lokal tidak hanya dilakukan melalui perekrutan tenaga kerja, tetapi juga melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dunia usaha.

Meski demikian, angka jumlah tenaga kerja yang disampaikan perusahaan tersebut merupakan keterangan dari pihak Tiran Group dan belum dapat diposisikan sebagai data yang telah diaudit secara independen.

Bagi masyarakat Sultra, keberadaan perusahaan dengan berbagai lini usaha tersebut diharapkan tidak hanya memberikan lapangan pekerjaan, tetapi juga membuka ruang peningkatan keterampilan dan peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Laporan : Redaksi.

Exit mobile version