Redaksi
KENDARI – Akibat minimnya sarana perahu karet yang diturunkan ke Kabupaten Konawe dari sejumlah instansi terkait, Pemerintah Kabupaten Konawe mengevakuasi warga menggunakan katinting.
Warga yang dievakuasi menggunakan katinting atau perahu dengan motor tempel yang kerap digunakan nelayan ini, adalah warga dari tujuh desa di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe.
Sejak sepekan, warga di tujuh desa ini terisolasi banjir akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan meluapnya Sungai Konaweeha. Lebih dari 1000 jiwa di tujuh desa tersebut, menjadi korban atas musibah banjir yang juga melanda sebagian besar wilayah Konawe.
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa menjelaskan, pihaknya mengirimkan katinting untuk mengevakuasi warga karena minimnya sarana kapal karet, yang bisa digunakan untuk masuk ke wilayah tersebut.
Baca Juga :
- Dituding Ingkar Komitmen, PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM Routa dan Desak Pemerintah Segera Bertindak
- Pemprov Sultra Layangkan Undangan Kedua untuk Nur Alam dalam Mediasi Konflik Yayasan Unsultra
- HPN, Eks Ketua GMNI Kendari: Pers Penyangga Demokrasi dan Mitra Strategis
- Terlibat Mafia Ore Nikel, Eks Kepala KUPP Kolaka Divonis 5 Tahun Penjara
- Kapolda Sultra Pimpin Patroli Laut, Amankan Pelabuhan dan Wisata Jelang Ramadan
- Dalangi Aksi Anarkis, KAD Resmi Ditahan Polda Sultra
Kery yang juga telah mengunjungi wilayah terisolasi banjir itu menggunakan katinting mengungkap, bahwa di wilayah yang terisolasi banjir di Kecamatan Pondidaha itu banyak warga khususnya ibu dan anak serta bayi yang butuh di evakuasi.
“Karena perahu karet kurang, makanya saya kirimkan saja katinting, karena disana banyak orang tua, anak-anak dan bayi, semoga dengan katinting yang dikirimkan semua bisa dievakuasi,” jelasnya.
Selain mengirimkan katinting, kata Kery, pihaknya juga menyiapkan paket sembako untuk warga di tujuh desa yang menjadi korban bencana banjir di wilayah tersebut.
