KONAWE, Mediakendari.com – Badan Gizi Nasional (BGN) Konawe mengambil langkah tegas dengan menutup dapur SPPG Wonggeduku setelah ditemukan makanan bermasalah yang dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Konawe, Novry Al Ikmansyah S.H, menyatakan bahwa penutupan dapur ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada penerima manfaat aman dan higienis.
“Ini langkah tegas agar seluruh pengelolaan berjalan sesuai SOP,” kata Novry, saat di konfirmasi (22/2/2026). Penutupan dapur ini merupakan buntut dari temuan makanan bermasalah yang memicu keresahan orang tua dan masyarakat.
Novry menegaskan bahwa penghentian operasional dapur berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Selama masa penutupan, BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari manajemen dapur, proses pengolahan makanan, hingga sistem distribusi.
“Ini bukan sekadar sanksi, tapi peringatan keras. Pengelolaan MBG tidak boleh main-main. Standar kebersihan dan keamanan pangan tidak bisa ditawar,” tegasnya.
BGN menekankan bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan.
Karena itu, setiap dapur SPPG wajib patuh pada ketentuan kebersihan, keamanan pangan, hingga administrasi pelaporan.
Dengan demikian, penutupan dapur SPPG Wonggeduku merupakan langkah yang tepat dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan.
Kami berharap bahwa BGN Konawe dapat terus meningkatkan kualitas dan keamanan makanan di SPPG lainnya. Semoga kepercayaan publik terhadap program MBG dapat meningkat dan masyarakat dapat menikmati makanan yang aman dan higienis.**
