DAERAHPEMERINTAHANWAKATOBI

Dari Wakatobi Berseri untuk Indonesia Asri, Komitmen Jaga Alam dan Maritim Berkelanjutan

66
Bupati Wakatobi, H. Haliana, S.E., saat menghadiri program Selamat Pagi Sultra di Studio MEKTV, 16 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen Wakatobi Berseri sebagai fondasi konservasi maritim berkelanjutan.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Pemerintah Kabupaten Wakatobi terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui slogan Wakatobi Berseri sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada konservasi maritim.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Wakatobi, H. Haliana, saat menghadiri program Selamat Pagi Sultra di Studio MEKTV, Senin (16/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa slogan Wakatobi Berseri bukan sekadar tagline, tetapi menjadi arah kebijakan pembangunan daerah yang menitikberatkan pada kelestarian lingkungan dan penguatan sektor maritim.

Menurut Haliana, kata “Berseri” mengandung makna indah, sejuk, elok, rapi, dan bersih. Nilai-nilai tersebut, kata dia, diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sebagai bagian dari budaya menjaga lingkungan.

“Berseri itu berarti indah, sejuk, elok, rapi, dan bersih. Kita harapkan seluruh masyarakat benar-benar mewujudkan nilai berseri itu dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Wakatobi sebagai salah satu ikon Sulawesi Tenggara memiliki kekuatan utama di sektor wisata bahari. Oleh karena itu, menjaga ekosistem laut, pesisir, dan bawah laut menjadi hal yang krusial untuk keberlanjutan daerah.

“Kalau wisata bahari kita, baik di bawah laut, di perairan, hingga di wilayah pesisir tidak terjaga dengan baik, lalu apa yang mau kita banggakan,” katanya.

Haliana menambahkan, sejak periode pertama kepemimpinannya pada 2021, visi pembangunan Wakatobi diarahkan sebagai kabupaten konservasi maritim. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa sekitar 97 persen potensi daerah bertumpu pada sektor kelautan dan perikanan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi hijau yang kini berkembang menjadi ekonomi biru berbasis sumber daya laut.

“Kalau potensi laut ini terganggu, maka masa depan kita juga ikut terancam. Karena itu, seluruh potensi Wakatobi akan terus dikelola secara maksimal dengan tetap mengedepankan kelestarian alam,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjut Haliana, telah menjalankan berbagai program melalui dinas terkait guna menjaga ekosistem laut dan pesisir. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi dan kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan komitmen tersebut, Wakatobi diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga contoh daerah yang mampu mengelola potensi maritim secara berkelanjutan untuk mendukung Indonesia yang lebih asri.

Penulis: Nurfadila

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version