Reporter : Ardilan
BAUBAU – Penyidikan dugaan kasus korupsi retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kasus ini rupanya tidak hanya menjadi perhatian Penegak Hukum tapi juga oknum yang tidak bertanggungjawab, yang mencoba memanfaatkan kasus ini untuk menghasilkan uang.
Hal ini sebagaimana diungkapkan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Baubau, La Ode Rubiani, bahwa saksi yang sudah diperiksa Korps Adhyaksa menjadi target pemerasan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dengan mencatut nama Kepala Kejari Baubau (Kajari).
“Ada orang mengatasnamakan kepala kejari (Kajari) atau Kejaksaan Baubau meminta-minta uang ke pihak yang pernah kita periksa. Itu telpon konfirmasi yang saya terima beberapa hari ini,” ungkap La Ode Rubiani, Rabu (31/7/2019).
BACA JUGA :
- Sidang Bongkar Transaksi 15.540 WMT Ore Nikel Ilegal di Kolut, GEMARI Sultra: Minta Polda, Kejati Usut Tuntas Hingga Dalangnya
- Kapolda Sultra Terpilih Aklamasi Pimpin Perbakin, Bidik Prestasi Nasional
- GERAK Sultra Desak Kejati Bongkar Kerugian Negara Rp 233 Miliar Korupsi Tambang PT AMIN, Jangan Berhenti di 9 Tersangka
- Polres Kolaka Raih Penghargaan Kompolnas Awards 2026
- Mantan Caleg DPR RI Dapil Sultra Ditangkap Polda, Diduga Tipu Rp50 Juta Pakai Fortuner Rental
- Kajati Sultra Edukasi 1.200 Maba UM Kendari Soal Budaya Anti Korupsi
Untuk itu, kata Rubiani, pihaknya meminta agar para saksi terperiksa tidak menghiraukan apabila ada panggilan telpon yang mengatasnamakan Kejari Baubau untuk meminta uang.
Dirinya juga menghimbau serta menyarankan saksi agar langsung mengkonfirmasi ke pihak Kejari Baubau para saksi menerima panggilan telpon serupa.
Atas kejadian itu, Rubiani mengaku jika nomor penelpon gelap tersebut sudah dikoordinasikan ke Polda Sultra. Sebab, pihaknya mengaku tidak nyaman atas gangguan penelpon gelap dimaksud.
“Saya pastikan bahwa itu tidak benar dari kita yang minta uang. Kami akhirnya tidak nyaman karena ini mengganggu. Ini namanya penipuan. Orangnya perempuan yang menelepon mengatasnamakan Kajari. Logatnya mirip ketimuran juga,” pungkas mantan Kasi Intel Kejari Gorontalo Utara ini.
Untuk diketahui, tiga orang terperiksa yang sudah menghadap ke Kejari Baubau mengkonfirmasi soal permintaan uang melalui telepon tersebut. Salah satu diantaranya adalah pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Baubau. (A)
