Diduga Pelaku Begal, Seorang Pemuda di Muna Diamuk Masa

NEWS510 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Seorang pria berinisial R yang merupakan warga Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna diamuk massa hingga berlumuran darah di wajah.

Dalam video yang beredar di media sosial (medsos) berdurasi 1.43 itu terlihat R sedang diamankan oleh sekelompok orang di dalam sebuah mobil.

Di mana dengan kondisi sedang diinterogasi sambil dilayangkan pukulan beberapa kali ke arah wajah.

Aksi itu dilakukan karena diduga R telah melakukan pembegalan bersama teman-temannya beberapa hari lalu.

“Saya tanya kau sekarang eh, komorang membegal tadi malam, siapa-siapa komorang. Sebut babi,” ujar salah satu pria yang berada di dalam mobil.

Dalam menjalankan aksi begal bersama teman-temannya itu diduga mengambil uang sebesar 200 ribu rupiah sambil mengancamkan senjata tajam berupa pisau ke arah korban.

“Siapa yang bawa pisau, siapa yang todongkan pisau. Ko sebut, ko sebut siapa yang ambil uangnya temanku 200,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Katobu Iptu L.M. Arwan, membenarkan kejadian tersebut. Di mana korban dibawa ke Polsek Katobu dalam keadaan sudah berlumuran darah pada, Kamis 24 November 2022, sekitar pukul 21.30 WITA.

Lanjutnya, kejadian itu disebabkan diduga karena R ikut terlibat dalam aksi pembegalan yang dilakukan beberapa hari lalu bersama rekan-rekannya.

“Diduga pada, masih dugaan membegal dia ikut terlibat di situ hanya persoalannya sekarang ini yang menduga ini tidak datang melapor,” terangnya.

Namun hingga saat ini dirinya belum mengetahui pasti dari kejadian tersebut. Sebab korban yang merasa dirugikan sejauh ini belum melakukan laporan. Sedangkan korban telah dijemput oleh keluarganya untuk pulang ke rumah.

Selain itu, karena kondisi terduga juga masih memprihatinkan sebab adanya luka pada bagian kepada, sehingga belum bisa dilakukannya interogasi mendalam.

“Kita amankan orang itukan cuma 1×24 jam. Jadi pas kita amankan tidak ada yang melapor, keluarga datang, yahh harus kita kasih keluar,” pungkasnya.

Reporter : Muhammad Ismail