Reporter: Kardin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Direktur Pascasarna Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Dr La Ode Muhammad Bariun, SH.,MH bakal mengarahkan mahasiswanya untuk melakukan berbagai riset terkait pertambangan di Sultra.
Hal itu bakal dilakukannya, mengingat pertambangan di Sultra begitu besar, terlebih kata Bariun, Pakar Hukum Lingkungan Hidup Internasional yang juga Wakil Ketua KPK, La Ode Muhammad Syarif dalam kuliah umum terhadap mahasiswanya telah membeberkan dampak dan permasalah perusahan tambang.
“Kan sesuai dengan Brand Pascasarja kita yaitu tambang dan kelautan,” ujar Bariun usai pelaksanaan kuliah umum di salah satu hotel di Kendari, Senin (24/6/2019).
Baca Juga :
- Gagas Sampara Raya Cup I, Doktor Suryadi : Wadah Silaturahmi 8 Kecamatan dan Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Konawe
- SATGAS LAT Minta KAPOLRI Tindak Tegas Dugaan Pertambangan Nikel Nakal di Sultra
- Opini : Ketika Tambang Memanas, Saatnya Polisi Hadir Bersama Masyarakat
- 50 TAMBANG NIKEL KENA POTENSI DENDA Rp80,19 TRILIUN, CERI: Berapa Yang Masuk KAS Negara? BAGAIMANA DENGAN PERUSAHAAN YANG DIKAITKAN ISTRI GUBERNUR SULTRA ASR?
- RESMI: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati-Pamen, 14 PJU Mabes & 19 Kapolda Berganti
- BREAKING NEWS – JADWAL PEMAKAMAN, Jenazah Almarhumah Ibu Dessy Indah Rachmat
Selain itu katanya, Sultra sendiri merupakan primadonanya pertambangan, olehnya itu, pihaknya bakal mengarahkan para masiswa Pascasarjana Unsultra untuk melakukan riset dalam rangka menganalisis terkait keuntungan dan kerugian pertambangan untuk masyarakat.
“Kita akan dorong mahasiswa untuk melakukan riset penelitian terkait apa untung dan ruginya tambang bagi kita,” jelasnya.
Untuk diketahui, kuliah umum yang dihadiri La Ode Muhammad Syarif merupakan kuliah perdana terhadap Jurusan Hukum Unsultra yang berfokus pada lingkungan terutama tambang dan kelautan. (A)
