Reporter: Kardin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Direktur Pascasarna Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Dr La Ode Muhammad Bariun, SH.,MH bakal mengarahkan mahasiswanya untuk melakukan berbagai riset terkait pertambangan di Sultra.
Hal itu bakal dilakukannya, mengingat pertambangan di Sultra begitu besar, terlebih kata Bariun, Pakar Hukum Lingkungan Hidup Internasional yang juga Wakil Ketua KPK, La Ode Muhammad Syarif dalam kuliah umum terhadap mahasiswanya telah membeberkan dampak dan permasalah perusahan tambang.
“Kan sesuai dengan Brand Pascasarja kita yaitu tambang dan kelautan,” ujar Bariun usai pelaksanaan kuliah umum di salah satu hotel di Kendari, Senin (24/6/2019).
Baca Juga :
- Gebrakan Baru Mahasiswa Jurnalistik, Siswa SMAN 10 Kendari Diperkenalkan Cara Cerdas Menyaring Konten AI Pemilu
- Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolda Sultra: Keselamatan Manusia Jadi Tujuan Tertinggi Polantas
- Ali Mazi Diperiksa di Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Rp31 Miliar, Kajati Sultra Ungkap Dugaan Modus dan Kerugian Awal
- Mukhtar Rangkap Jabatan, Gubernur Sultra Tunjuk Plt Kadis Dikbud
- Tanggap Kebutuhan Warga, Batalyon A Pelopor Brimob Sultra Gelar Aksi Bantuan Air Bersih
- Lima ASN Jadi Tersangka di Dua Kasus Korupsi di Konawe, GERAK SULTRA Pertanyakan Kesungguhan Penyidik Terhadap Kasus Makan Minum Saat Pj Bupati Harmin Ramba Rp, 9, 2 M
Selain itu katanya, Sultra sendiri merupakan primadonanya pertambangan, olehnya itu, pihaknya bakal mengarahkan para masiswa Pascasarjana Unsultra untuk melakukan riset dalam rangka menganalisis terkait keuntungan dan kerugian pertambangan untuk masyarakat.
“Kita akan dorong mahasiswa untuk melakukan riset penelitian terkait apa untung dan ruginya tambang bagi kita,” jelasnya.
Untuk diketahui, kuliah umum yang dihadiri La Ode Muhammad Syarif merupakan kuliah perdana terhadap Jurusan Hukum Unsultra yang berfokus pada lingkungan terutama tambang dan kelautan. (A)











