Reporter: Kardin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Direktur Pascasarna Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Dr La Ode Muhammad Bariun, SH.,MH bakal mengarahkan mahasiswanya untuk melakukan berbagai riset terkait pertambangan di Sultra.
Hal itu bakal dilakukannya, mengingat pertambangan di Sultra begitu besar, terlebih kata Bariun, Pakar Hukum Lingkungan Hidup Internasional yang juga Wakil Ketua KPK, La Ode Muhammad Syarif dalam kuliah umum terhadap mahasiswanya telah membeberkan dampak dan permasalah perusahan tambang.
“Kan sesuai dengan Brand Pascasarja kita yaitu tambang dan kelautan,” ujar Bariun usai pelaksanaan kuliah umum di salah satu hotel di Kendari, Senin (24/6/2019).
Baca Juga :
- Kapolres Baubau AKBP Noer Alam Gandeng Wartawan Dialog Terbuka: Minta Maaf, Amankan Oknum ke Polda Sultra & Jamin Keselamatan Pers
- Gerak Cepat & Humanis! Kapolres Baubau AKBP Noer Alam Peluk Insan Pers, Selesaikan Perselisihan Oknum dengan Dialog Kekeluargaan
- WABAH SERAKAH DAN KEJAHATAN PASCA TAMBANG: POTRET WAWONII YANG DITINGGALKAN, Oleh: Sahidin, SE
- Fun Game Eksekutif POBSI Kendari Sukses! Adi 88 Keluar Sebagai Juara, Bukti Biliar Sultra Makin Bergairah
- JANGAN BIARKAN KERJA NYAMAN MENGORBANKAN KESEHATAN!
- Konferensi Pers Polda Sultra: Kabid Humas dan Kabid Propam Ungkap Kronologi Intimidasi Wartawan di Polres Baubau
Selain itu katanya, Sultra sendiri merupakan primadonanya pertambangan, olehnya itu, pihaknya bakal mengarahkan para masiswa Pascasarjana Unsultra untuk melakukan riset dalam rangka menganalisis terkait keuntungan dan kerugian pertambangan untuk masyarakat.
“Kita akan dorong mahasiswa untuk melakukan riset penelitian terkait apa untung dan ruginya tambang bagi kita,” jelasnya.
Untuk diketahui, kuliah umum yang dihadiri La Ode Muhammad Syarif merupakan kuliah perdana terhadap Jurusan Hukum Unsultra yang berfokus pada lingkungan terutama tambang dan kelautan. (A)











