HEADLINE NEWSNEWSSULTRA

Mitra SPPG Dialihkan ke Perusahaan Jakarta, Pengusaha Lokal Rugi Miliaran

91
×

Mitra SPPG Dialihkan ke Perusahaan Jakarta, Pengusaha Lokal Rugi Miliaran

Sebarkan artikel ini
Bupati Buton Utara, Afirudin Matara saat memantau Dapur MBG di Kelurahan Labuan, Kecamatan Wakorumba, Buton Utara beberapa waktu lalu. Foto.Istimewah

Dapur Belum Beroperasi, Mitra SPPG di Buton Utara Mengaku Rugi Hingga Miliaran

KENDARI.Mediakendari.com-Salah seorang pengusaha lokal asal Sulawesi Tenggara, Adi Yanto Saputra, menyampaikan kekecewaannya kepada Yayasan Manunggal Kartika Jaya karena menunjuk PT Dapur Pulau Rasa sebagai mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Labuan, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara.

 

Padahal, sebelumnya, Adi yang juga dikenal sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Kreatif Sultra ini telah membangun dapur SPPG di wilayah tersebut. Selama proses pembangunan, ia mengaku mendapat pendampingan dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Alfan, serta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN), Najib.

Ia juga mengatakan pembangunan dapur tersebut telah diselesaikan 100 persen sejak 28 Februari 2026. Bahkan, proses pembangunan turut mendapat dukungan dari berbagai unsur di daerah, mulai dari Babinsa, Danramil, hingga Bupati Buton Utara yang telah meninjau langsung lokasi dapur.

“Kami sudah menyelesaikan di 28 februari 2026. Sampai saat ini belum ber operasi. Kami dr awal didampingi oleh Babinsa, danramil dan dandim juga selalu dipantau oleh sppi dari mbg. Namun kami sudah 1 bulan lebih berurusan di jakarta sampai hari ini belum selesai juga. Kami bolak balik dinyayasan tersebut katanya sudah menunjuk mitra lain” ujar Adi.

Untuk menyelesaikan perkara ini, Ia mengaku telah beberapa kali mendatangi pihak yayasan di Jakarta untuk meminta kepastian mengenai operasional dapur, tetapi pihak Yayasan Manunggal Kartika Jaya justru mengaku telah menunjuk mitra lain, yakni PT. Dapur Sulau Rasa salah satu perushaan Katering  yang berkedudukan di Jakarta

Akibat perkara ini, Adi mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. Selain mengeluarkan investasi untuk pembangunan gedung, pengadaan peralatan dapur, dan kendaraan operasional, Adi juga mengaku telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Atas kondisi tersebut, Adi berharap Presiden RI Prabowo Subianto dapat memberikan perhatian dan mengambil langkah yang adil terhadap para pengusaha lokal yang mengalami nasib serupa. Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi atas berbagai kerugian yang dialaminya.(***)

 

You cannot copy content of this page