Reporter: Safrudin Darma.
Editor : Kang Upi
BURANGA – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buton Utara (Butur) memamerkan pupuk organik hasil produksi warga anggota Unit Pengelolah Pupuk Organik (UPPO), di Stand HUT Butur XII.
Pupuk tersebut merupakan karya dan produksi 10 UPPO yang beranggotakan warga dari sejumah wilayah, seperti Desa Dampala Jaya dan Desa Soloi Jaya di Kecamatan Kulisusu Barat, Desa Eelahaji dari Kecamatan Kulisusu, Desa Matalagi dari Kecamatan Wakorumba Utara, dan Desa Waode Angkalo dari Kecamatan Bonegunu.
Kepala Distand Butur, Sahrun Akri menjelaskan, pupuk organik berbahan kotoran sapi itu dibuat warga yang tergabung dalam UPPO, sedangkan sapinya, merupakan bantuan Kementrian Pertanian RI.
Melalui UPPO, kata Sahrun, pembuatan pupuk organik yang biasanya memakan waktu 1 sampai 2 minggu, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 24 jam atau 1 hari saja.
Baca Juga :
- KAI Sultra Umumkan Hasil UKDPA 2026, 41 Peserta Dinyatakan Lulus Advokat
- KNPI Sultra Desak Kejagung dan Satgas PKH Transparan Soal Denda Administratif Perusahaan Nikel PT TMS di Kabaena Bombana
- Pos PJR Induk Sampara Jadi Tempat Singgah Favorit, Sopir: Pelayanan Ditlantas Sultra Nyaman dan Humanis
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Ampuh Sultra : APH Diminta Preventif Cegah Material Ilegal di Proyek Bendungan Pelosika
- Jumat Berkah Bapenda Sultra, Bayar PKB di Samsat Drive Thru Dapat Paket Makanan Gratis
“Caranya, setelah kotoran sapi dicampur rumput atau jerami, lalu dihancurkan dan diberi MA 11, setelah itu difermentasikan di laboratorium mini MA 11. Kalau yang menggunakan MA 11 ini dikelompok UPPO desa Dampala Jaya,” jelasnya.
Menurutnya juga, pupuk organik berbahan kotoran sapi ini cukup diminati warga di Butur. Hal ini terbukti dengan banyaknya warga yang membelinya langsung stand Distan di area pameran HUT Butur.
“Harganya sebesar Rp.15 ribu, per 10 kilogram, artinya pupuk ini dihargai sebesar Rp.1.500, per Kilogramnya,” kata Sahrun. (A)
