Reporter: Safrudin Darma.
Editor : Kang Upi
BURANGA – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buton Utara (Butur) memamerkan pupuk organik hasil produksi warga anggota Unit Pengelolah Pupuk Organik (UPPO), di Stand HUT Butur XII.
Pupuk tersebut merupakan karya dan produksi 10 UPPO yang beranggotakan warga dari sejumah wilayah, seperti Desa Dampala Jaya dan Desa Soloi Jaya di Kecamatan Kulisusu Barat, Desa Eelahaji dari Kecamatan Kulisusu, Desa Matalagi dari Kecamatan Wakorumba Utara, dan Desa Waode Angkalo dari Kecamatan Bonegunu.
Kepala Distand Butur, Sahrun Akri menjelaskan, pupuk organik berbahan kotoran sapi itu dibuat warga yang tergabung dalam UPPO, sedangkan sapinya, merupakan bantuan Kementrian Pertanian RI.
Melalui UPPO, kata Sahrun, pembuatan pupuk organik yang biasanya memakan waktu 1 sampai 2 minggu, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 24 jam atau 1 hari saja.
Baca Juga :
- Usai Pengembalian Rp401,6 Miliar, Kejagung Periksa 4 Saksi BUMN dalam Kasus Nikel PT CNI
- Upacara Haornas 2026 di Polda Sultra, Pesan Menpora: Olahraga Pemersatu Bangsa
- Mahasiswa KKA UM Kendari Buat Peta Administrasi Desa Anugerah
- Daftar Perusahaan Tambang Masuk Daftar Sanksi Administratif RP80,19 TRILIUN, ANTAM Terbesar, Perusahaan Istri Gubernur Sultra ASR urutan ke 10
- GERAK – SULTRA : Jangan Hanya Sanksi Administrasi Saja Yang Kena Istri Gubernur Sultra ASR, KPK RI Kejar Pidana Pembongkaran Hutan Lindung Tambang Nikel di Pulau Kabaena Dan Aliran Dana
- Gerak Sultra Desak KPK RI Ambil Alih Penanganan Kasus PKH PT TMS, Diduga Gubernur Sultra ASR Cuci Tanggan ke Istrinya, Diminta Telusuri Pengembalian Sanksi Rp500 M dari 2 Triliun
“Caranya, setelah kotoran sapi dicampur rumput atau jerami, lalu dihancurkan dan diberi MA 11, setelah itu difermentasikan di laboratorium mini MA 11. Kalau yang menggunakan MA 11 ini dikelompok UPPO desa Dampala Jaya,” jelasnya.
Menurutnya juga, pupuk organik berbahan kotoran sapi ini cukup diminati warga di Butur. Hal ini terbukti dengan banyaknya warga yang membelinya langsung stand Distan di area pameran HUT Butur.
“Harganya sebesar Rp.15 ribu, per 10 kilogram, artinya pupuk ini dihargai sebesar Rp.1.500, per Kilogramnya,” kata Sahrun. (A)











