Amerika – Facebook mengatakan pihaknya tidak menerima laporan tentang serangan terhadap dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jum’at lalu (15/3) yang di-live-stream oleh pelaku.
Wakil Presiden dan Wakil Penasehat Umum Facebook Chris Sonderby mengatakan “tidak ada pengguna Facebook yang melaporkan video itu selama siaran langsung,” yang ditonton kurang dari 200 kali.
Baca Juga :
- Tak Miliki PKKPRL dan AMDAL, Izin Tersus PT TMN Dicabut Kemenhub Tapi Masih Ngeyel Beroperasi – GERAK Sultra Desak Kejati Turun
- Proyek Hilirisasi Miliaran Dolar Terancam Seret, Komisi XII DPR RI : Kepastian RKAB Harga Mati
- Peringati HUT ke-30, Polda Sultra Gelar Doa Bersama Hadirkan Ustadz Das’ad Latif
- BAHAYA! Truk Bahan Curah Bebas Masuk Kapal Ferry Kendari-Konkep, JPKP Nasional Ancam Lapor Kemenhub
- PT Tiran Group Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Ribuan Warga Sultra Terserap
- KKJ Sultra Mengecam Keras Kadispar Sultra Menyebut Wartawan Idiot
Dalam sebuah blog, Sonderby mengatakan Facebook telah menghapus video itu “dalam beberapa menit” setelah dihubungi oleh polisi, dan video itu telah ditonton sekitar 4.000 kali sebelum dihapus Facebook. Ditambahkannya, 24 jam setelah peristiwa mengerikan itu Facebook menghapus lebih dari 1,5 juta video serangan itu.
Perusahaan-perusahaan sosial media tergantung pada publik untuk melaporkan pernyataan – dalam bentuk apapun – yang tidak menyenangkan. Facebook dikecam luas setelah video penembakan yang disiarkan langsung pelaku, menyebar dengan cepat di internet. [em]
