BREAKING NEWS

Gubernur Andi Sumangerukka Dianugerahi Sangia Mondono Wite Bhalano pada Silaturahmi Akbar KKMM Sultra

219

KENDARI, Mediakendari.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, dianugerahi Gelar Adat Muna Sangia Mondono Wite Bhalano, yang merupakan penghargaan tertinggi dari masyarakat adat Muna, pada rangkaian Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara di Pelataran Tugu Religi Eks MTQ Kendari, Minggu (19/7/2026).

Penganugerahan gelar tersebut menjadi simbol kepercayaan, pengakuan, dan amanah kultural dari masyarakat adat Muna kepada Gubernur Sultra sebagai sosok pemimpin yang diharapkan mampu mengayomi masyarakat, menjaga nilai-nilai adat dan budaya, serta membawa kemajuan bagi daerah yang majemuk.

Secara filosofis, Sangia merepresentasikan sosok pemimpin yang dihormati, dicintai, dan ditokohkan karena keluhuran budi pekerti, kebijaksanaan, serta kemampuannya menjaga nilai-nilai moral, budaya, dan spiritual.

Sementara Mondono Wite Bhalano bermakna pemimpin di negeri yang besar dan luas dengan masyarakat yang heterogen, terdiri atas berbagai suku, budaya, dan agama.

Penganugerahan gelar adat ini juga menjadi pengakuan atas kapasitas dan kemampuan Andi Sumangerukka dalam memimpin Sulawesi Tenggara yang memiliki keragaman suku, budaya, dan agama, sekaligus memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat.

Pemberian gelar kehormatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara yang mengusung tema Merajut Persaudaraan, Melestarikan Adat dalam Semangat Kawunaha yang Luhur Menuju Indonesia Emas 2045.

Selain menerima gelar kehormatan adat, Gubernur Sultra juga memimpin prosesi pengukuhan Pengurus KKMM Sultra Masa Bakti 2026–2031. Dalam kesempatan itu, Gubernur secara resmi mengukuhkan La Ode Darwin sebagai Ketua KKMM Sultra beserta seluruh jajaran pengurus.

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra, menyampaikan rasa bahagia, bangga, dan terima kasih atas penganugerahan Gelar Kehormatan Adat Muna Sangia Mondono Wite Bhalano.

Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki makna yang sangat besar, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi dan sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur dan nilai-nilai budaya masyarakat Muna.

Ia menegaskan bahwa gelar kehormatan tersebut bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan amanah dan tanggung jawab moral untuk terus menjaga marwah budaya serta mendukung pelestarian adat dan budaya daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Sulawesi Tenggara.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Lembaga Adat Muna yang telah memberikan kepercayaan melalui penganugerahan gelar tersebut.

Gubernur turut menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Muna atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan kepadanya untuk memimpin Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, masyarakat Muna memiliki semangat kerja keras, gotong royong, tradisi kepemimpinan, serta menjunjung tinggi adat dan budaya yang menjadi modal sosial penting dalam mendukung kemajuan daerah.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan semangat Kawunaha, yang berlandaskan falsafah hidup masyarakat Muna, yakni Po Masigho (saling mengasihi), Po Angka-Angkatau (saling menghormati), Po Adha-Adhati (saling menghargai), dan Po Pia-Piara (saling membina dan memelihara), demi kemajuan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengungkapkan bahwa keterbatasan fiskal daerah bukanlah hambatan, melainkan tantangan yang harus diselesaikan melalui sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi hasil dari kebersamaan dan kolaborasi seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Pengurus Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara Masa Bakti 2026–2031 yang baru dikukuhkan.

Gubernur berharap KKMM mampu menjadi penggerak dalam menjaga persaudaraan, melestarikan adat dan budaya, membina generasi muda, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur berharap Silaturahmi Akbar KKMM Sultra menjadi momentum lahirnya berbagai gagasan, sinergi, dan kolaborasi yang produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna dan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat harmoni dalam keberagaman, serta bersama-sama membangun Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Rangkaian Silaturahmi Akbar KKMM Sultra tahun ini juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Rekor Dunia MURI melalui penyajian 1.228 dulang berisi makanan khas tradisional Muna yang dibawa secara sukarela oleh masyarakat dari berbagai daerah.

Tradisi makan bersama menggunakan dulang tersebut menjadi simbol penghormatan kepada tamu sekaligus mencerminkan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat berbagi yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Muna.

Liputan : Tim Redaksi.

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version