Reporter : Rahmat R.
Editor : Taya
KENDARI – Kerukunan Keluarga Kaledupa (Kelal) Kendari turut andil dalam acara Halal bi Halal Perkerabatan Masyarakat Kepulauan Buton (Perekat Kepton) di GOR Bahteramas, Minggu (23/06/2019).
Kekal menampilkan tarian asli Kaledupa yakni Tari Lariangi. Para penari merupakan gadis yang masih berusia kurang dari 10 tahun.
Ketua Kekal Kendari, Hado Hasina menilai tarian tersebut dapat membentuk anak dan memahami pendalaman budaya lokal Kaledupa.
Sebab, mereka tinggal di Kota Kendari bukan berarti lupa tanah asalnya yakni Pulau Kaledupa Kebupaten Wakatobi.
“Tari Lariangi merupakan tarian yang mengandung makna tersendiri, mulai dari pakaian serta gerakannya. Bentuk tarian yang berasal dari Kaledupa, pelantunnya sudah berumur 70 tahun-an,” katanya disela-disela acara.
BACA JUGA :
- Malyqa Aurora Wakili Sultra di Ajang Supra Stars Indonesia 2026
- Berhasil Kurangi Pengangguran, Lima Daerah di Sultra Raih Penghargaan dari Kemendagri
- Kolaka Terima Dua Penghargaan, Mendagri: Kalau Yang Lain Belum Dapat Saya Minta Maaf
- Kapolda Sultra Pimpin Welcome Parade, Tekankan Soliditas dan Semangat Pengabdian Personel
- Lantik Pj Sekda Baru, Gubernur Sultra Tegaskan Penguatan Pelayanan Publik
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Distribusikan 1000 Paket Sembako Bersubsidi untuk Warga Kendari
Kata Hado Hasina, generasi muda tidak ada lagi yang mempunyai pengetahuan tentang merevitalisasi keragaman budaya Wakatobi yang sudah terancam punah.
“Jadi para penari ini kita coba tanamkan kembali penahan budaya agar tari ini tidak habis terkikis zaman,” sambung Hado.
Untuk diketahui, para penari merupakan anak-anak dari paguyuban Kerukunan Keluarga Kaledupa (Kekal) Kendari yang terdiri dari enam penari putri dan dua penari putra. (B)
