Reporter : Rahmat R.
Editor : Taya
KENDARI – Kerukunan Keluarga Kaledupa (Kelal) Kendari turut andil dalam acara Halal bi Halal Perkerabatan Masyarakat Kepulauan Buton (Perekat Kepton) di GOR Bahteramas, Minggu (23/06/2019).
Kekal menampilkan tarian asli Kaledupa yakni Tari Lariangi. Para penari merupakan gadis yang masih berusia kurang dari 10 tahun.
Ketua Kekal Kendari, Hado Hasina menilai tarian tersebut dapat membentuk anak dan memahami pendalaman budaya lokal Kaledupa.
Sebab, mereka tinggal di Kota Kendari bukan berarti lupa tanah asalnya yakni Pulau Kaledupa Kebupaten Wakatobi.
“Tari Lariangi merupakan tarian yang mengandung makna tersendiri, mulai dari pakaian serta gerakannya. Bentuk tarian yang berasal dari Kaledupa, pelantunnya sudah berumur 70 tahun-an,” katanya disela-disela acara.
BACA JUGA :
- Sempat Bersitegang Antara Pedagang dan Petugas, Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Ditertibkan
- Gebrakan Baru Mahasiswa Jurnalistik, Siswa SMAN 10 Kendari Diperkenalkan Cara Cerdas Menyaring Konten AI Pemilu
- Dari Kabid Transmigrasi Jadi Kadis, Lenni Kartika Indah Pimpin Dinas Cipta Karya Sultra
- Polemik 5 Bokeo Mekongga Mencuat, LAT: Rusak Tatanan Budaya Suku Tolaki
- Informa Kendari Tebar Promo Besar-Besaran, Cashback Hingga Rp 9 Juta Untuk Furniture Kamar Tidur
- Ada Apa Wartawan Diminta Keluar dari Ruang Kegiatan KPK di Balai Kota Kendari?
Kata Hado Hasina, generasi muda tidak ada lagi yang mempunyai pengetahuan tentang merevitalisasi keragaman budaya Wakatobi yang sudah terancam punah.
“Jadi para penari ini kita coba tanamkan kembali penahan budaya agar tari ini tidak habis terkikis zaman,” sambung Hado.
Untuk diketahui, para penari merupakan anak-anak dari paguyuban Kerukunan Keluarga Kaledupa (Kekal) Kendari yang terdiri dari enam penari putri dan dua penari putra. (B)











