Editor : Taya
KENDARI – Memperingati hari bakti pekerjaan umum, Balai Pelaksana Jalan Nasional XXI Kendari dan beberapa instasi pekerjaan umum lainnya mengeruk aliran sungai di Kendari terus dikeruk, salah satunya di Kecamatan Mandonga.
Kepala Tata Usaha Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XXI Kendari, Sirajuddin Rudy A. Mawengkang mengatakan sejumlah kegiatan lainnya yang turut dilaksanakan dalam rangka hari bakti pekerjaan umum 2019 ini yakni senam bersama dan futsal antara satuan kerja lingkup Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.
“Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan antara lain kemarin pembersihan aliran sungai Mandonga. Hari ini kita senam bersama di kantor,” katanya saat ditemui MEDIAKENDARI.com, Senin (2/12/2019).
Rudy menuturkan kegiatan hari bakti ini memang diperuntukan yang bersentuhan dan langsung dirasakan oleh masyarakat. “Lebih ditekankan pada program yang memang langsung bersentuhan dengan program pemerintah kepada masyarakat,” katanya.
Pihaknya juga melibatkan seluruh pekerja lapangan untuk berpartisipasi dalam hari bakti pekerjaan umum ke-74 ini. “Kami melibatkan semua karyaran yang selama ini bekerja di lapangan,” katanya.
Baca Juga :
- MBG Kembali Makan Korban di SMA 1 Tongauna Konawe, Ketua KNPI Sultra Berang : Jangan Ada yang Dilindungi
- PT KDI Buka Suara Soal Longsor Langgikima: Prioritaskan Korban dan Siap Kooperatif dalam Investigasi
- KNPI Sultra Tuntut Investigasi Total Tragedi Longsong Tambang Nikel di Konut
- Sempat Bersitegang Antara Pedagang dan Petugas, Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Ditertibkan
- Publik Tunggu Tersangka Kasus Makan Minum Bagian Umum Pemda Konawe Rp 9,2 M Yang Ditangani Polres Konawe, Gerak Sultra Desak Polda Sultra Turun Tangan
- Ditlantas Polda Sultra Anugerahkan Lantas Award kepada Penggerak Keselamatan
Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulawesi Tenggara Mustafa mengatakan pembersihan aliran sungai Mandonga merupakan titik aliran sungai yang paling utama di Kota Kendari.
“Kali Mandonga karena perputaran dan belakang Pasar Mandonga sampahnya tidak bisa dikendalikan sehingga itu yang menjadi fokus,”katanya.
