Reporter : Awal Purnawan
Editor : Def
KENDARI – Jelang bulan suci Ramadhan pada Mei 2019 mendatang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan upaya-upaya untuk mengantisipasi lonjakan harga barang pokok, salah satunya dengan melakukan pemantuan harga kebutuhan pokok di pasar.
Kepala Disperindag Sultra, Sitti Saleha menjelaskan, lonjakan harga menjelang bulan Suci Ramadhan secara umum disebabkan oleh permintaan akan barang meningkat dan faktor cuaca.
Baca Juga :
- Siap Bersaing dengan Bank Nasional, Bank Sultra Mantapkan Fondasi Internal
- Kepala SPPG Konawe Uepai Tamesandi, Dandy Timossa: Kami Sudah Berikan Edukasi tentang Menu Makan Siang Agar di Pahami
- Bulog KC Unaaha Raih Penghargaan Bergengsi: Pimpinan Cabang Terbaik se-Indonesia
- Agen ANOALink Resmi Beroperasi, Bank Sultra Dorong Akses Keuangan dan UMKM
- Pemkab Muna dan Bank Sultra Resmi Teken MoU KKPD, Tata Kelola Keuangan Daerah Makin Transparan
- Cuma 5 Hari! Informa Kendari Hadirkan Promo Beli 1 Gratis 1 Furniture Akhir Tahun
“Sebenarnya, harga naik itu karena dua factor. Pertama, karena cuaca dan yang kedua ketersediaan barang di pasar tidak sesuai dengan permintaan konsumen, barang yang tersedia itu minim sedangkan permintaan semakin meningkat karena kebutuhan,” ungkapnya saat ditemui MediaKendari.com di ruang kerjanya, Selasa (26/03/2019).
Untuk mengatasi hal ini, pihaknya telah memiliki tim pengawas bersama Satgas Pangan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan instansi lain yang terkait. Dengan ini ketersedian barang dipasar tetap terpenuhi dengan baik.
“Misalnya dengan mengadakan pasar murah menjelang ramadhan dan operasi pasar. Hal ini juga bisa membantu masyrakat karena harga di pasar murah lebih rendah di bandingkan dengan pasar tradisional yang ada,” terang mantan Pj Bupati bombana itu.
Wanita berhijab itu juga menghimbau kepada masyarakat Sultra, agar bersama dengan pemerintah menjaga stabilitas harga barang pokok di pasar, dengan mengadukan segala bentuk kecurangan yang menyebabkan harga naik. (A)
