BOMBANAHEADLINE NEWSSULTRA

Kemenag dan Polres Bombana Komitmen Lawan Hoax

500
×

Kemenag dan Polres Bombana Komitmen Lawan Hoax

Sebarkan artikel ini
Suasana saat Rakor, di Aula Kantor Kemenag Bombana.(foto : Hasrun)

Reporter : Hasrun

Editor : Kang Upi

KASIPUTE – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bombana menggandeng Kepolisian Resor (Polres) Bombana untuk bersama melawan penyebaran berita bohong atau hoaks ke masyarakat.

Komitmen bersama ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Kemenag Bombana dan Polres Bombana di Aula Kantor Kemenag, Rabu (27/2/2019).

Kepala Kemenag Bombana, Jumaing mengatakan bahwa dirinya menginginkan agar keberadaan Kemenag dapat menjadi ikon daerah, untuk menangkal isu yang memecah persatuan.

“Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa dari Sabang sampai Merauke, dan negara Indonesia hanya bisa berdiri tegak tanpa perpecahan, ditengah masyarakat yang bermacam suku, budaya yang berbeda,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Bombana, AKBP Andi Adnan Syafruddin menuturkan, bahwa tidak ada alasan untuk tidak menjaga bingkai kebihnekaan Indonesia, khususnya menghadapi pesta demokrasi yakni Pemilu pada 17 Maret 2019 mendatang.

“Sebagai representasi negara, TNI Polri dan ASN wajib netral dalam pesta demokrasi, tapi tetap memiliki tugas untuk menyukseskan Pemilu,” tegasnya.

Ia menyebut, salah satu ancaman Pemilu adalah berita bohong atau hoaks yang kerap disemprotkan oknum yang brkepentingan. Virus itulah yang kerap merasuki fikiran masyarakat Indonesia.</p

AKBP Andi Adnan juga menyayangkan, karena virus hoax ini kerap menjangkiti ASN dan bahkan aparat kepolisian sendiri.

“Untuk itu, kita sebagai representasi negara harus membersihkan virus hoax tersebut dengan memberikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mewaspadai adanya politik identitas juga kerap digunakan kelompok tertentu yang memiliki kepentingan, dengan cara Black Campain atau kampanye hitam.

“Partarungan politik adalah pertarungan program dan gagasan, jangan agama yang jadi jualan, sebagai isu politik, karena negara Indonesia ini multi agama,” pungkasnya. (A)


You cannot copy content of this page