oleh

Kepala Dikbud Sultra Lantik Kepala SMAN dan SMKN

Reporter : Rahmat R.

KENDARI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio kembali melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Sekolah SMAN dan SMKN di lingkup pemerintahan Sultra pada Senin 05 Oktober 2020 di Kendari.

Gubernur Sultra, H Ali Mazi, SH melalui Asrun Lio mengatakan sebagai sebuah organisasi, sekolah merupakan lembaga yang bersifat kompleks dan unik dimana didalamnya terdapat berbagai dimensi yang saling terkait dan menentukan, serta memiliki ciri tertentu yang tidak mungkin dimiliki organisasi lain. Berkembang tidaknya sekolah amat dipengaruhi oleh kepemimpinan dari kepala sekolah yang merupakan pejabat formal, manager, pemimpinan, pendidik dan juga bertindak sebagai staf.

“Sebagai orang yang membina sekolah baik dari segi kompetensi guru, kepala sekolah menyiapkan pendidikan yang prima kepada peserta didik hingga menciptakan iklim yang kondusif dalam proses belajar dan mengajar. Hal ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi sulawesi tenggara yang cerdas. Posisi tugas dan jabatan yang diberikan pada saudara – saudari ini adalah kepercayaan dan kehormatan, tetapi disisi lain juga merupakan tantangan, ujian, cobaan sekaligus godaan, saya berharap dan mengajak , marilah kita laksanakan amanah yang mulia ini dengan sebaik-baiknya dengan berbuat yang terbaik untuk lembaga pendidikan dan tugas fungsional yang kita cinta ini,” ungkap Asrun Lio.

Ia menerangkan jabatan yang diemban hanya sementara tidak ada yang abadi. Ada yang diangkat dan ada yang diberhentikan. Jabatan kepala sekolah hanya tambahan. Dalam kinerja akan dimonitor dan harus mampu meningkatkan indeks pendidikan di Sultra. Olehnya itu perlu diwujudkan dengan bentuk pengabdian secara prima untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara.

“Saya juga berharap agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai administrator pendidikan, artinya mereka ikut bertanggung jawab meningkatkan mutu pendidikan di sulawesi tenggara, termasuk kreditas seluruh staf sekolah karena hal itu sudah menjadi tugas kita untuk bersama – sama menigkatkan kualitas pendidikan,” bebernya.

Ia menegaskan kepala sekolah harus menjadi panutan bagi guru – guru dan siswa karena itu kepala sekolah harus disiplin. Jika tidak disiplin maka guru dan siswa juga tidak akan disiplin.

“Saya minta seluruh kepala sekolah yang baru saja dilantik sanggup bekerja maksimal sehingga menjadi teladan positif bagi guru dan siswa di sekolah yang saudara – saudari pimpin. Kepala sekolah dituntut harus bekerja maksimal dan sepenuh hati, sekaligus bisa memiliki kemampuan manegerial, kemampuan teknis, agar para guru dan tenaga kependidikan memiliki kedisiplinan yang tinggi,” tegas Asrun.

“Sekali lagi saya mengimbau agar kepala sekolah dapat meningkatakan mutu pendidikannya, supaya anak-anak didik bisa berprestasi dan juga bisa menaikan nama sekolah menjadi sekolah unggulan. himbauan ini terbuka untuk semua kepala sekolah dan guru-guru berprestasi. Kami akan memberikan reward (penghargaan) agar kepala sekolah dan guru-guru tidak bertahun-tahun berada di satu sekolah. Mereka yang berprestasi bisa naik ke level yang lebih tinggi, misalnya dari kepala sekolah di daerah terpencil bisa naik ke sekolah di daerah, bahkan sampai ke sekolah di ibu kota provinsi,” sambungnya.

Asrun Lio berharap agar kepala sekolah serta jajaran guru di Sultra secara umum agar senantiasa menyeleksi putra putri peserta didiknya yang berprestasi dan nantinya akan diberi beasiswa sekolah ke jenjang berikutnya. Sehingga kedepannya benar-benar menjadi kader sulawesi tenggara yang siap menjawab segala tantangan dan turut serta menekan angka pengangguran.

“Menyeleksi siswa atau siswi tidak mengutamakan karena anak sendiri atau keluarga, namun menyeleksi anak berprestasi dilakukan secara umum tidak memandang siapa dia dan dari latar belakang orang tua sebagai apa dan sebagainya. Mari kita sama-sama meningkatkan dunia pendidikan sulawesi tenggara ini, lakukan sesuai dengan peran kita masing-masing, seleksi terus anak-anak yang berprestasi, karena mereka itu aset daerah yang harus kita bina,” pungkasnya. (2).

Terkini